Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin menuntut kemandirian finansial, inisiatif edukasi literasi keuangan bagi mahasiswa menjadi sangat penting. Pada pekan ini, Jasaraharja Putera, sebuah lembaga non‑profit yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, menggelar serangkaian workshop dan diskusi untuk menyiapkan generasi muda mengelola keuangan pribadi secara bijak.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari seratus mahasiswa dari berbagai jurusan di beberapa universitas terkemuka. Para peserta diajak memahami konsep dasar perencanaan anggaran, pentingnya menabung, investasi awal, serta risiko utang konsumtif. Narasumber utama, Bapak Andi Saputra selaku Direktur Program Jasaraharja Putera, menekankan bahwa pengetahuan keuangan bukan hanya sekadar menghitung angka, melainkan membentuk pola pikir yang mendukung keputusan ekonomi jangka panjang.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan dalam acara:
- Pembuatan anggaran bulanan: Mahasiswa diajarkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menetapkan prioritas belanja.
- Strategi menabung: Penekanan pada pentingnya menabung minimal 10% dari pendapatan, termasuk beasiswa atau pekerjaan paruh waktu.
- Investasi awal: Penjelasan mengenai produk investasi yang cocok untuk pemula, seperti reksa dana dan obligasi pemerintah.
- Manajemen risiko utang: Mengidentifikasi jenis utang yang produktif dan cara menghindari jeratan hutang konsumtif.
Selain materi teoritis, peserta juga melakukan simulasi perencanaan keuangan menggunakan aplikasi gratis yang dikembangkan oleh Jasaraharja Putera. Simulasi ini memungkinkan mereka melihat dampak keputusan finansial secara real‑time, sehingga memperkuat pemahaman konsep yang telah dipelajari.
Para mahasiswa mengapresiasi pendekatan praktis yang diberikan. Salah satu peserta, Rina Sari, menyatakan, “Saya dulu belum pernah memikirkan pentingnya alokasi dana untuk masa depan. Setelah mengikuti workshop ini, saya jadi lebih sadar dan berani membuat rencana keuangan pribadi.”
Jasaraharja Putera menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program serupa di semester berikutnya, dengan menambah modul tentang kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi finansial. Diharapkan, upaya edukasi ini dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan bagi kesejahteraan bangsa.







