Penurunan Stok Batu Bara Memicu Pemadaman di PLTU Sistem Jamali
Penurunan Stok Batu Bara Memicu Pemadaman di PLTU Sistem Jamali

Penurunan Stok Batu Bara Memicu Pemadaman di PLTU Sistem Jamali

Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Stok batu bara di beberapa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang melayani wilayah Jawa, Madura, dan Bali (dikenal sebagai sistem Jamali) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Menurunnya persediaan bahan bakar utama ini berujung pada berkurangnya hari operasi pembangkit (HOP), yang pada gilirannya memicu pemadaman listrik di sejumlah daerah.

Berikut beberapa dampak langsung yang telah terlihat:

  • Pengurangan HOP rata‑rata PLTU di Jamali dari 24 jam menjadi 20‑21 jam per hari.
  • Terjadinya pemadaman bergilir di wilayah Surabaya, Malang, dan sebagian Bali selama puncak beban.
  • Kenaikan tarif listrik sementara untuk industri yang sangat bergantung pada pasokan stabil.

Pihak pengelola jaringan menegaskan bahwa langkah darurat sedang diambil, antara lain meningkatkan import batu bara, mengoptimalkan penggunaan pembangkit gas, dan mempercepat program diversifikasi energi terbarukan. Namun, mereka memperingatkan bahwa penurunan stok yang berkelanjutan dapat memperparah ketergantungan pada sumber energi fosil.

Para analis energi memperkirakan bahwa jika tren penurunan stok tidak segera teratasi, pemadaman listrik dapat menjadi lebih luas, khususnya pada puncak konsumsi pada musim panas dan musim hujan ketika pembangkit hidro mengalami penurunan produksi.

Dalam jangka panjang, pemerintah telah merencanakan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin, serta pembangunan infrastruktur penyimpanan energi untuk mengurangi risiko serupa. Namun, transisi tersebut membutuhkan waktu dan investasi yang signifikan.

Untuk masyarakat, langkah paling efektif saat menghadapi pemadaman bergilir adalah mengurangi konsumsi listrik pada jam-jam puncak, menggunakan peralatan hemat energi, dan mempersiapkan alternatif penerangan cadangan.