Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani
Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani

Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani

Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Perhutani menindaklanjuti program pengelolaan hutan bersama masyarakat dengan memperluas usaha budidaya kopi yang mengedepankan prinsip kelestarian hutan. Program ini menargetkan puluhan ribu petani yang berada di wilayah desa hutan, memberi mereka peluang pendapatan tambahan sekaligus menjaga tutupan hutan.

Melalui skema kemitraan, petani diberikan bibit kopi unggul, pelatihan agronomi, serta akses pasar yang terintegrasi dengan jaringan distribusi Perhutani. Seluruh proses produksi—mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga panen—diatur agar tidak merusak ekosistem hutan dan tetap memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati.

  • Penghasilan tambahan bagi petani hingga 30% lebih tinggi dibandingkan tanaman tradisional.
  • Peningkatan tutupan hutan karena lahan pertanian kopi ditanami di zona buffer hutan.
  • Penerapan teknik agroforestry yang menurunkan erosi tanah dan memperbaiki kualitas air.

Hingga kuartal pertama 2024, lebih dari 25.000 petani telah terdaftar dalam program ini, dengan total luas lahan kopi mencapai 1.200 hektar. Perhutani menargetkan peningkatan luas lahan sebesar 50% dalam dua tahun ke depan, sambil memperluas jangkauan ke provinsi lain yang memiliki potensi hutan produktif.

Keberlanjutan program tidak hanya diukur dari volume produksi kopi, melainkan juga dari indikator lingkungan seperti penurunan laju deforestasi dan peningkatan populasi spesies flora serta fauna penyerbuk. Dengan dukungan lembaga riset dan universitas, data monitoring terus diperbaharui untuk memastikan tujuan kelestarian tetap tercapai.

Selain manfaat ekonomi dan lingkungan, program ini diharapkan dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar internasional dengan menonjolkan nilai-nilai keberlanjutan. Kopi yang dihasilkan akan diberi sertifikasi khusus yang menegaskan asalnya dari hutan lestari, membuka peluang ekspor ke konsumen yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan.