Peringati 71 Tahun KAA, Microlibrary Asia Afrika Bandung Pamerkan Arsip Langka Perjalanan Bandung ke Kancah Dunia
Peringati 71 Tahun KAA, Microlibrary Asia Afrika Bandung Pamerkan Arsip Langka Perjalanan Bandung ke Kancah Dunia

Peringati 71 Tahun KAA, Microlibrary Asia Afrika Bandung Pamerkan Arsip Langka Perjalanan Bandung ke Kancah Dunia

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Bandung merayakan ulang tahun ke-71 Kongres Asia‑Afrika (KAA) dengan menggelar pameran khusus di Microlibrary Asia Afrika. Pameran yang diberi nama “Milestone Kota Bandung” menampilkan koleksi arsip langka yang menelusuri jejak sejarah Bandung dari masa kolonial hingga peranannya di kancah internasional.

Acara dibuka oleh Walikota Bandung bersama pengelola Microlibrary. Salah satu atraksi utama adalah patung perunggu Presiden Sukarno yang pernah menjadi simbol pertemuan para pemimpin dunia pada KAA 1955. Patung tersebut diletakkan di tengah ruangan pameran sebagai penghormatan kepada peran Sukarno dalam memprakarsai konferensi bersejarah.

Koleksi yang dipamerkan meliputi:

  • Foto-foto hitam‑putih tahun 1940‑1960 yang menampilkan Bandung sebagai tuan rumah konferensi internasional.
  • Dokumen resmi, surat menyurat, dan agenda rapat KAA yang jarang terlihat publik.
  • Koran dan majalah periode 1955 yang meliputi liputan media dalam dan luar negeri.
  • Replika artefak budaya Sunda yang dipertunjukkan bersamaan dengan pameran.

Kurator Microlibrary, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa arsip-arsip tersebut dipulihkan secara hati‑hati selama tiga tahun terakhir. “Tujuan kami adalah menampilkan tidak hanya sisi politik KAA, melainkan juga bagaimana Bandung menjadi simbol persatuan dan modernisasi bagi negara‑negara Asia‑Afrika,” ujarnya.

Pengunjung yang datang, mulai dari pelajar, peneliti, hingga wisatawan, dapat mengakses materi pameran secara interaktif melalui layar sentuh yang menampilkan video dokumenter singkat. Reaksi publik sangat positif; banyak yang menyatakan bahwa pameran ini membuka wawasan baru tentang peran Bandung dalam sejarah global.

Pameran akan berlangsung selama dua minggu, dengan jadwal kunjungan gratis setiap hari Sabtu dan Minggu. Microlibrary juga mengundang sekolah-sekolah untuk mengadakan tur edukatif khusus, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda akan nilai sejarah kota.

Dengan menampilkan arsip langka ini, Microlibrary Asia Afrika tidak hanya melestarikan memori masa lalu, tetapi juga menginspirasi dialog tentang masa depan Bandung sebagai kota berbudaya dan berpengaruh di tingkat internasional.