Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah (Barantin Sulteng) melaporkan adanya lonjakan signifikan dalam permintaan sapi selama beberapa minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan kebutuhan pedagang ternak serta peternak yang ingin memperluas kawanan mereka menjelang musim panen.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa permintaan sapi per hari meningkat hingga 30% dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya. Faktor utama yang mempengaruhi adalah harga daging sapi yang relatif stabil serta kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan produksi ternak lokal.
- Harga rata-rata sapi per ekor berada pada kisaran Rp 15-18 juta.
- Peningkatan permintaan terutama datang dari daerah Jawa dan Sumatra.
- Peternak kecil mengaku kesulitan memenuhi permintaan karena keterbatasan stok.
Menanggapi situasi ini, Barantin Sulteng memutuskan untuk memperketat prosedur distribusi ternak. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
- Pengawasan ketat pada proses transportasi dari peternakan ke pasar.
- Penerapan izin khusus bagi pedagang yang ingin memindahkan sapi antar wilayah.
- Pengecekan kesehatan ternak secara menyeluruh sebelum dilepas ke pasar.
- Pembatasan jumlah sapi yang dapat dipindahkan dalam satu kali pengiriman.
Barantin juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara peternak, pedagang, dan otoritas karantina untuk mencegah penyebaran penyakit ternak yang dapat mengancam produktivitas sektor peternakan. Dengan kebijakan yang lebih terstruktur, diharapkan permintaan pasar dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kesehatan hewan.
Ke depan, Barantin Sulteng berencana untuk meningkatkan kapasitas karantina serta memperluas jaringan monitoring digital guna memudahkan pelacakan pergerakan ternak secara real time.




