Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan tegas pada 4 Mei 2026 yang menimpa Persib Bandung setelah suporter Bobotoh melakukan aksi away di kandang lawan. Keputusan tersebut tidak hanya membebani Persib dengan denda total Rp 150 juta, namun juga menimbulkan ancaman bagi PSM Makassar yang menjadi tuan rumah pada pertandingan terakhir antara kedua tim.
Dalam rapat Komdis, sejumlah sanksi dijatuhkan kepada Persib Bandung dan Bhayangkara FC. Pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persib pada 30 April 2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, menjadi titik awal kontroversi. Panitia Pelaksana Pertandingan dinyatakan gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persib yang datang sebagai tim tamu. Sebagai konsekuensinya, Bhayangkara FC dikenakan denda sebesar Rp 25.000.000, sementara Persib Bandung juga menerima denda yang sama.
Rincian Pelanggaran dan Denda Tambahan
- Masuk ke lapangan: satu orang Bobotoh melanggar larangan masuk ke area permainan.
- Penyalaan flare dan petasan: tindakan yang membahayakan keselamatan penonton dan pemain.
- Pelemparan air minum kemasan ke lapangan: mengganggu jalannya pertandingan.
Ketiga pelanggaran tersebut menambah total denda Persib menjadi Rp 150 juta, mengingat denda utama sebesar Rp 25 juta ditambah penalti tambahan yang dikenakan atas masing-masing pelanggaran.
Ancaman bagi PSM Makassar muncul setelah laporan menyebutkan bahwa sekitar 600 hingga 700 suporter Persib hadir di Stadion Gelora BJ Habibie pada 17 Mei 2026 untuk menyaksikan laga Persib melawan PSM. Para Bobotoh menempati tribun utara tanpa atribut klub, mengenakan pakaian hitam dan putih polos. Koordinator suporter Viking Makassar, Taufik, mengklarifikasi bahwa kehadiran mereka merupakan penonton umum yang telah dikoordinasikan dengan manajemen PSM.
“Kami datang sebagai penonton, tidak memakai atribut demi menghormati aturan PSSI dan menghindari potensi denda bagi PSM,” ujar Taufik kepada media setempat. Ia menambahkan bahwa suporter Persib yang hadir berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Maros, Bantaeng, Bulukumba, Toraja, Pinrang, dan Bone, serta beberapa dari Bandung dan Bali.
Dampak Terhadap PSM Makassar
Meskipun PSM tidak secara langsung melanggar aturan, kehadiran massal suporter luar dapat memicu sanksi administratif. Komdis menilai bahwa klub tuan rumah wajib memastikan kontrol ketat atas penonton, termasuk suporter asing. Jika terbukti kelalaian, PSM berisiko dikenai denda atau sanksi lain yang dapat mempengaruhi posisi mereka di kompetisi.
Manajemen PSM menyatakan komitmen untuk memperbaiki prosedur keamanan. “Kami akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian dan pihak keamanan stadion untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang,” kata seorang juru bicara PSM.
Reaksi Persib dan Langkah Kedepan
Pihak Persib Bandung mengakui kesalahan suporter mereka dan berjanji akan memperketat kontrol terhadap Bobotoh. “Kami akan bekerja sama dengan Komdis dan otoritas klub untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran serupa,” ujar juru bicara Persib. Klub juga berencana mengadakan sosialisasi intensif mengenai aturan PSSI kepada seluruh anggota suporter.
Di sisi lain, PSSI menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan contoh bagi klub lain untuk menjaga disiplin suporter. “Keamanan dan kenyamanan semua pihak harus menjadi prioritas utama. Setiap pelanggaran akan dikenai sanksi yang setimpal,” tegas perwakilan Komdis.
Dengan denda yang signifikan dan potensi sanksi bagi PSM, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi dunia sepakbola Indonesia. Keterlibatan suporter dalam menjaga keamanan dan ketertiban di stadion menjadi sorotan utama, sekaligus mengingatkan klub bahwa tanggung jawab atas suporter bukan hanya urusan internal, melainkan bagian dari komitmen profesional terhadap kompetisi nasional.
Ke depan, diharapkan semua pihak – klub, suporter, dan otoritas – dapat bekerja sama secara sinergis untuk menciptakan lingkungan pertandingan yang aman, bebas kekerasan, dan menghormati regulasi yang berlaku.




