Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, Persija Jakarta menorehkan kemenangan telak 4-0 melawan Persis Solo di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (26/04/2026) ini menjadi sorotan utama karena menampilkan performa menyerang Persija yang tajam sekaligus menyoroti beberapa masalah struktural yang masih mengganjal tim ibukota.
Gol-gol Persija diraih secara berurutan melalui kerja sama tim yang solid. Serangan pertama dimulai dari sayap kanan, di mana pemain sayap mengirimkan umpan silang yang diselesaikan dengan tendangan keras ke dalam gawang. Gol kedua datang setelah penguasaan bola di lini tengah, yang kemudian berakhir dengan tembakan jarak jauh yang tak tertebak oleh kiper Persis. Kedua gol berikutnya muncul dari serangan balik cepat, memanfaatkan celah pertahanan Persis yang masih belum sepenuhnya stabil.
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mengungkapkan kepuasannya atas hasil ini, namun tidak menutup diri dari kritik. Ia menekankan bahwa meski tim berhasil mencetak empat gol, Persija masih merindukan kehadiran striker berkelas Marko Simic, yang pada 2018 menjadi pencetak gol utama klub. “Kami tidak memiliki goal‑getter seperti Simic. Bola memang sampai ke depan, namun penyelesaiannya masih kurang tajam,” ujar Ardhi dalam konferensi pers pasca laga.
Kurangnya striker tajam menjadi satu alasan utama mengapa Persija gagal merebut gelar juara musim ini, meskipun berada di posisi tiga klasemen. Persija terakhir kali menjadi juara pada Liga 1 2018, delapan tahun yang lalu, dan sejak saat itu mereka belum dapat menyalurkan serangan akhir yang konsisten. Ardhi menambahkan, “Kualitas pemain saat ini sudah baik, tetapi pesaing kami lebih tajam di lini depan.”
Di sisi lain, Persis Solo meski mengalami kekalahan berat, tetap menunjukkan perkembangan positif lewat akademi mereka. Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, menuturkan kebanggaan atas prestasi tim junior Laskar Sambernyawa di Elite Pro Academy (EPA) 2025/2026. Pada turnamen EPA U‑16, Persis Solo menempati posisi runner‑up setelah kalah tipis dari Persik Kediri U‑16 di final. Meski tidak meraih gelar juara, Laskar Sambernyawa berhasil mengumpulkan empat penghargaan individu:
- Best Coach – Imam Rohmawan (U‑16)
- Best Goalkeeper – Dhanet Andika (U‑18)
- Best Goalkeeper – Erdeva Aulia (U‑20)
- Best Player – (tidak disebutkan nama, namun diakui sebagai pencapaian tim)
Rasiman menegaskan bahwa prestasi akademi ini menjadi fondasi kuat bagi Persis Solo untuk bersaing di level senior. “Pemuda‑pemuda yang kini sudah dipanggil ke Timnas Indonesia akan menjadi aset jangka panjang bagi Laskar Sambernyawa,” ujarnya. Ia menambahkan rencana mempercepat program pelatihan untuk musim 2026/2027, dengan target mengurangi kesenjangan kualitas antara Persis Solo dan klub-klub papan atas lainnya.
Selain prestasi individu, beberapa pemain muda Persis Solo yang berusia U‑16, U‑18, dan U‑20 telah mendapat panggilan ke Timnas Indonesia pada berbagai kategori usia. Hal ini menandakan bahwa investasi pada pengembangan pemain muda mulai memberikan hasil konkret, meski tim senior masih harus berjuang melawan tim-tim kuat seperti Persija.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi Persija:
| Tim | Gol | Penguasaan Bola | Tembakan ke Gawang |
|---|---|---|---|
| Persija Jakarta | 4 | 62% | 15 |
| Persis Solo | 0 | 38% | 5 |
Meski Persis Solo gagal mencetak gol, mereka tetap menunjukkan pertahanan yang cukup disiplin pada menit-menit awal, sebelum tekanan Persija meningkat. Analisis taktik menunjukkan bahwa Persija memanfaatkan lebar lapangan untuk membuka ruang, sementara Persis Solo lebih mengandalkan serangan balik yang belum efektif.
Secara keseluruhan, kemenangan 4-0 Persija menegaskan bahwa tim ibukota masih menjadi kekuatan utama di BRI Super League, namun tanpa striker kelas dunia, peluang mereka merebut gelar menjadi semakin tipis. Sementara itu, Persis Solo harus mengandalkan strategi jangka panjang melalui akademi yang terus menghasilkan talenta muda, yang pada akhirnya dapat memperkuat skuad senior dan menutup kesenjangan performa.
Dengan sisa jadwal yang masih panjang, Persija bertekad memperbaiki lini depan agar kembali bersaing memperebutkan gelar. Sementara Persis Solo, didukung oleh prestasi akademi, berharap dapat mengubah kekalahan menjadi motivasi untuk bangkit pada laga berikutnya.




