Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Sabtu malam (11/4/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija Jakarta menorehkan kemenangan telak 3-0 atas Persebaya Surabaya dalam pekan ke-27 BRI Super League. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga angka di papan klasemen, tetapi juga menegaskan dominasi Macan Kemayoran di babak akhir musim kompetisi.
Gol-gol yang memecah kebuntuan datang secara berurutan. Allano membuka skor lewat tendangan penalti yang dieksekusi dengan tenang, memaksa kiper Persebaya berjuang keras menyelamatkan gawang. Namun sorotan utama tertuju pada Eksel Runtukahu, pemain berusia 28 tahun yang mencetak dua gol penting, menjadikannya pahlawan utama pertandingan.
Penampilan Eksel Runtukahu
Eksel memulai laga dengan gerakan agresif di lini depan. Pada menit ke-23, ia berhasil menembus pertahanan Persebaya dan menyelesaikan satu tembakan yang menambah keunggulan Persija. Gol kedua datang pada menit ke-67, ketika ia memanfaatkan umpan silang yang akurat dan menanduk bola masuk ke sudut gawang lawan. Dua gol tersebut menjadikan Eksel sebagai pencetak gol terbanyak Persija pada pertandingan itu, sekaligus meningkatkan total golnya menjadi enam dalam 18 penampilan bersama klub.
Pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, tidak segan memberikan pujian. Ia menyatakan bahwa konsistensi Eksel selama 90 menit sangat luar biasa dan menilai penampilan sang pemain sebagai yang terbaik di lapangan. “Dia memainkan pertandingan yang hebat, dan menurut pendapat saya, itu adalah yang terbaik di lapangan,” ujar Souza dalam konferensi pers pasca laga.
Selain peran ofensif, Eksel juga berkontribusi dalam fase pertahanan dengan tekanan tinggi, membantu tim mengurangi peluang serangan Persebaya. Performa gemilangnya menimbulkan perbincangan di kalangan pengamat bahwa ia bisa menjadi opsi utama penyerang Tim Nasional Indonesia menjelang Piala AFF 2026.
Allano, yang mencetak gol pertama melalui penalti, juga mendapat pujian atas ketenangannya dalam situasi tekanan. Penalti tersebut diambil pada menit ke-12 setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti. Eksekusi yang tepat menambah kepercayaan diri tim dan membuka jalan bagi serangan lanjutan.
Di sisi lain, Persebaya tampak kesulitan menemukan ritme permainan. Pertahanan mereka terus diganggu oleh pergerakan cepat Persija, terutama di sayap kanan yang sering dimanfaatkan oleh pemain sayap persija untuk mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola Persija mencapai 58%, dengan total tembakan ke arah gawang lawan sebanyak 14 kali, dibandingkan hanya 6 kali tembakan Persebaya. Selain itu, Persija mencatatkan 8 corner kicks, menandakan tekanan ofensif yang konsisten sepanjang laga.
Jakmania, komunitas suporter Persija, memberikan sorakan meriah sepanjang pertandingan. Namun, meski puas dengan hasil, mereka tetap menuntut konsistensi dalam penampilan tim, terutama menjelang sisa pertandingan yang semakin ketat. Beberapa anggota komunitas menyoroti pentingnya menjaga disiplin taktik yang diterapkan oleh Mauricio Souza.
Kemenangan ini menempatkan Persija pada posisi yang lebih aman di klasemen, sekaligus memberikan dorongan moral menjelang sisa musim. Tim kini menargetkan penambahan tiga angka lagi dalam beberapa laga berikutnya untuk memastikan tempat di papan atas.
Secara keseluruhan, laga ini memperlihatkan sinergi kuat antara lini serang dan tengah Persija, didukung oleh strategi defensif yang ketat. Eksel Runtukahu muncul sebagai sosok paling berpengaruh di lapangan, mengukir nama dalam sejarah klub dengan kontribusi gol yang krusial.
Dengan momentum positif ini, harapan besar menumpuk pada Persija untuk terus mengisi poin dan memperkuat posisi di puncak klasemen, sementara Eksel Runtukahu semakin diperhitungkan sebagai pemain kunci dalam rencana tim nasional pada kompetisi internasional mendatang.




