Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – PT Pertamina Gas (Pertagas), subholding gas PT Pertamina (Persero), kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih tiga penghargaan Proper Emas serta gelar Green Leadership Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, dalam rangkaian acara Proper di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Penghargaan yang Diterima
Ketiga penghargaan Proper Emas menandai pencapaian Pertagas dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berdampak nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam. Selain itu, gelar Green Leadership Proper menegaskan posisi Pertagas sebagai pelopor inovasi hijau di sektor energi gas Indonesia.
Komitmen Beyond Compliance
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar kepatuhan regulasi, melainkan upaya melampaui standar (beyond compliance) melalui inovasi yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Penghargaan ini merupakan apresiasi atas program TJSL perusahaan yang dijalankan secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Program Eco‑Inovasi yang Menjadi Penopang
Berbagai program eco‑inovasi di wilayah operasi Pertagas menjadi faktor kunci dalam meraih penghargaan tersebut:
- Eco Pori (Jawa Timur): Mengolah sampah plastik menjadi ecobrick yang berfungsi sebagai bahan penopang irigasi, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
- PISPA 2.0 (Kalimantan): Memanfaatkan limbah pipa dan sampah organik untuk menciptakan sarana irigasi serta pupuk alami yang menekan emisi karbon.
- PESONA (Sumatera Selatan): Mengolah limbah urine sapi menjadi pestisida organik, mendukung pertanian ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Rekor Konsistensi di Berbagai Area Operasi
Keberhasilan Pertagas tidak lepas dari pencapaian berkelanjutan di tiap wilayah operasi:
- Kalimantan: Proper Emas keempat berturut‑turut sejak 2022.
- Sumatera Selatan: Proper Emas kedua sejak 2024.
- Jawa Timur: Proper Emas ketiga, setelah sebelumnya meraih pada 2019 dan 2020.
Program Pemberdayaan Masyarakat
Selain inovasi lingkungan, Pertagas memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif berikut:
- Karyadarsa (Kalimantan): Mengimplementasikan Aquagrid System untuk pengelolaan air terpadu, mengubah lahan kritis seluas 2,5 hektare menjadi lahan produktif, serta meningkatkan akses air bersih bagi desa‑desa setempat.
- Pusaka Artha (Sumatera Selatan): Mengoptimalkan pengelolaan air dan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi, menciptakan ekonomi sirkular yang inklusif dan meningkatkan pendapatan petani serta keterlibatan pemuda.
- Cita Sembada (Jawa Timur): Memperkenalkan teknologi pertanian yang memungkinkan tiga kali panen per tahun, meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani, sambil mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah terpadu dan pemberdayaan kelompok rentan, termasuk perempuan dan pasien kesehatan jiwa.
Dampak Nyata Bagi Lingkungan dan Ekonomi
Seluruh program tersebut menghasilkan dampak ganda: penurunan emisi gas rumah kaca, peningkatan kualitas tanah, serta pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan BUMDes dan perluasan pasar UMKM. Pendapatan masyarakat di wilayah operasi Pertagas dilaporkan meningkat secara signifikan, sementara regenerasi petani muda menunjukkan tren positif.
Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper bukan sekadar simbol, melainkan bukti konkret bahwa integrasi antara keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial dapat menghasilkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan. Ke depan, Pertagas berkomitmen melanjutkan inovasi, memperluas skala program, dan menambah jumlah wilayah yang terlibat dalam inisiatif hijau.
Dengan rekam jejak yang kuat serta dukungan kebijakan pemerintah, Pertagas siap menjadi contoh utama bagi industri energi Indonesia dalam mengimplementasikan praktik bisnis berkelanjutan yang dapat ditiru oleh perusahaan lain.




