Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Pada Sabtu (11/04/2026) yang bersejarah, Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Prabwu Subianto, membuka Konferensi Nasional IPSI ke-16 di Jakarta Convention Center (JCC). Acara tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi para pecinta seni bela diri tradisional, melainkan juga menandai peran strategis dunia korporasi, termasuk Pertamina, dalam mengukir kebanggaan budaya nasional.
Presiden Pertamina Hadir dan Simbolik
Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur Pertamina, hadir sebagai tamu kehormatan. Ia menerima plakat penghargaan atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pelestarian pencak silat. Kehadiran Mantiri menegaskan komitmen Pertamina untuk tidak hanya menjadi pemain utama di sektor energi, tetapi juga menjadi patron budaya yang menumbuhkan nilai-nilai kearifan lokal.
Pencak Silat Sebagai Cerminan Karakter Bangsa
Prabowo menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau bela diri, melainkan “pengetahuan leluhur” yang menampung nilai kesopanan, kerendahan hati, serta keberanian membela kebenaran dan keadilan. Ia menambahkan bahwa seni ini menjadi “pilar penting” dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas.
Peran Strategis Pertamina dalam Budaya Nasional
Dalam pidatonya, Mantiri menyoroti program “My Pertamina” yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui dukungan pada kegiatan kebudayaan dan olahraga. Program ini menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk memperkuat infrastruktur pelatihan pencak silat, menyediakan beasiswa bagi atlet muda, serta mensponsori kompetisi berskala nasional hingga internasional.
Melalui “My Pertamina”, perusahaan menargetkan peningkatan partisipasi pemuda dalam pencak silat sebesar 20 % dalam lima tahun ke depan. Selain itu, Pertamina berencana mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan energi bersih ke dalam kurikulum pelatihan, menekankan pentingnya menjaga bumi sekaligus melestarikan warisan budaya.
Target Olimpiade: Ambisi Besar yang Menyatukan
Prabowo mengakui belum berhasil membawa pencak silat ke ajang Olimpiade, namun menegaskan bahwa usaha tersebut terus berlanjut. Ia menyatakan keyakinan bahwa kepemimpinan baru IPSI akan melanjutkan agenda tersebut, dengan dukungan kuat dari mitra korporat termasuk Pertamina.
Jika berhasil, pencak silat akan menjadi olahraga pertama asal Asia Tenggara yang masuk dalam program Olimpiade, memberikan panggung global bagi nilai-nilai kebangsaan yang diusung oleh seni bela diri ini.
Sinergi Pemerintah, Militer, dan Korporasi
Acara tersebut juga dimeriahkan oleh kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Kepolisian Nasional Listyo Sigit Prabowo. Kolaborasi antara pemerintah, institusi keamanan, dan perusahaan energi menunjukkan bahwa pelestarian budaya kini menjadi agenda lintas sektoral.
Langkah Konkret ke Depan
- Meningkatkan fasilitas latihan pencak silat di daerah terpencil melalui dana CSR Pertamina.
- Menjalin kemitraan dengan universitas untuk riset tentang nilai-nilai tradisional dalam konteks modern.
- Mengadakan turnamen tahunan bersponsor Pertamina yang membuka jalur seleksi atlet untuk kejuaraan internasional.
- Mengintegrasikan edukasi lingkungan dalam pelatihan, selaras dengan agenda energi bersih Pertamina.
Dengan sinergi ini, diharapkan pencak silat tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi simbol kebanggaan yang dapat menembus panggung dunia, termasuk Olimpiade. Pertamina, melalui program “My Pertamina”, mempertegas perannya sebagai katalisator budaya yang menghubungkan warisan leluhur dengan aspirasi masa depan.
Secara keseluruhan, keberhasilan konferensi ini menegaskan bahwa budaya, olahraga, dan energi dapat bersinergi untuk memperkuat identitas nasional. Dukungan konkret dari Pertamina memberikan harapan baru bagi generasi muda Indonesia untuk terus menghidupkan, mengembangkan, dan menampilkan kebanggaan mereka di kancah internasional.




