Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | PT Pertamina Nasional Renewable Energy (NRE) mengumumkan rencananya untuk memperluas bisnis energi surya ke pasar Bangladesh setelah sukses mengembangkan proyek di Filipina. Keputusan ini didorong oleh meningkatnya permintaan energi bersih di Bangladesh serta potensi sinar matahari yang tinggi di wilayah tersebut.
Bangladesh, dengan target mencapai 10% bauran energi dari sumber terbarukan pada tahun 2030, telah membuka peluang bagi investor asing. Pertamina NRE berencana membangun beberapa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas awal sekitar 200 megawatt, yang akan diimplementasikan secara bertahap selama lima tahun ke depan.
Beberapa langkah strategis yang akan diambil antara lain:
- Menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal dan lembaga pemerintah Bangladesh untuk perizinan dan penyediaan lahan.
- Memanfaatkan teknologi panel surya berefisiensi tinggi yang telah terbukti di proyek Filipina.
- Menggunakan model pembiayaan campuran antara ekuitas, pinjaman bank, dan dukungan institusi keuangan internasional.
Pihak Pertamina NRE menekankan bahwa proyek ini tidak hanya akan menambah kapasitas energi bersih, tetapi juga menciptakan lapangan kerja lokal, transfer pengetahuan teknis, dan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia‑Bangladesh.
Direktur Utama Pertamina NRE, Nama Direktur, menyatakan bahwa ekspansi ke Bangladesh merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemain utama di pasar energi terbarukan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus menyesuaikan diri dengan regulasi setempat dan berkomitmen pada standar lingkungan yang ketat.
Jika berjalan sesuai rencana, pembangkit pertama diproyeksikan selesai pada akhir 2025, memberikan pasokan listrik bersih bagi sekitar 300.000 rumah tangga di Bangladesh. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi model bagi negara lain di kawasan yang tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.




