Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Katolik mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), pada Senin, 27 April 2026. Pertemuan ini bertujuan menanggapi laporan yang menyebutkan adanya penarikan kembali ceramah JK yang kemudian diklaim hanya merupakan hasil editan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan ormas Katolik menekankan pentingnya klarifikasi resmi atas isu tersebut. Mereka meminta agar laporan yang menyatakan ceramah JK dicabut segera ditarik, karena menurut mereka informasi tersebut tidak akurat dan hanya merupakan manipulasi video.
Jusuf Kalla menanggapi dengan menyatakan bahwa beliau tidak pernah mencabut ceramah apapun dan menegaskan bahwa video yang beredar merupakan hasil editan yang menyesatkan. Ia menambah bahwa media dan pihak terkait harus lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Ormas Katolik juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak negatif yang dapat timbul dari penyebaran berita palsu, terutama yang menyangkut tokoh publik. Mereka menyerukan kepada semua pihak, termasuk media, untuk melakukan verifikasi fakta sebelum mempublikasikan berita.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan dalam pertemuan:
- Penarikan laporan mengenai ceramah JK harus segera dibatalkan.
- Video yang beredar merupakan hasil editan, bukan pernyataan asli JK.
- Media diharapkan melakukan verifikasi fakta secara lebih ketat.
- Ormas Katolik siap membantu dalam penyuluhan literasi media kepada masyarakat.
Pertemuan ini mencerminkan kekhawatiran bersama terhadap penyebaran informasi yang tidak berdasar dan menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam penyajian berita.




