PGE, UGM, dan Agrotekno Kembangkan Booster Pertanian Berbasis Panas Bumi
PGE, UGM, dan Agrotekno Kembangkan Booster Pertanian Berbasis Panas Bumi

PGE, UGM, dan Agrotekno Kembangkan Booster Pertanian Berbasis Panas Bumi

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) serta PT Agrotekno untuk merancang sebuah sistem booster pertanian yang memanfaatkan energi panas bumi. Proyek ini bertujuan mengubah limbah panas dari pembangkit geothermal menjadi sumber energi termal bagi kegiatan pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya operasional.

Booster yang dikembangkan direncanakan dapat diaplikasikan pada berbagai sektor agrikultur, termasuk rumah kaca, kolam ikan, dan proses pengeringan hasil panen. Dengan memanfaatkan suhu stabil yang dihasilkan oleh sumur panas bumi, petani dapat memperpanjang musim tanam, memperbaiki kualitas hasil, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Beberapa poin utama dari pengembangan booster ini meliputi:

  • Penggunaan energi panas bumi secara langsung pada sistem pemanas rumah kaca, sehingga suhu optimal dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
  • Penerapan teknologi heat exchangers untuk mentransfer panas ke air kolam ikan, meningkatkan pertumbuhan ikan tanpa perlu pemanasan tambahan.
  • Integrasi sensor suhu dan kontrol otomatis yang memungkinkan penyesuaian suhu secara real‑time sesuai kebutuhan tanaman atau ternak.
  • Pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 20‑30% dibandingkan dengan metode pemanasan konvensional.

Tim riset yang dipimpin oleh dosen Fakultas Teknik UGM bekerja sama dengan insinyur dari PGE dan pakar agronomi PT Agrotekno. Mereka telah melakukan uji coba awal di lokasi percobaan di daerah Dieng, Jawa Tengah, yang dikenal memiliki potensi panas bumi yang tinggi. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pertumbuhan tomat hingga 15% dan peningkatan laju pertumbuhan ikan lele sebesar 12% dibandingkan dengan sistem pemanasan standar.

Selanjutnya, pihak-pihak terkait berencana memperluas penerapan booster ke beberapa daerah pertanian lain di Indonesia, terutama yang berada di zona geotermal. Diharapkan dalam dua tahun ke depan, teknologi ini dapat diimplementasikan secara komersial, memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mendukung agenda transisi energi bersih nasional.