Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa situs arkeologi Batujaya di Karawang, Jawa Barat, bukan sekadar kawasan bersejarah biasa, melainkan saksi konkret peradaban tinggi yang pernah berkembang di Nusantara.
Penemuan-penemuan di Batujaya, yang mulai terungkap sejak awal 2000‑an, mencakup lebih dari tiga ratus struktur candi, kompleks pemakaman, serta beragam artefak berupa patung, perhiasan, dan alat-alat keramik. Semua temuan tersebut menunjukkan adanya kebudayaan yang terorganisir, memiliki kemampuan teknik bangunan, serta pengaruh keagamaan yang kompleks.
Berikut beberapa temuan utama yang menegaskan nilai historis situs ini:
- Ratusan fondasi candi berlapis batu yang diperkirakan dibangun pada abad ke‑5 hingga ke‑6 Masehi.
- Beragam artefak perunggu dan batu yang mengindikasikan adanya perdagangan lintas wilayah.
- Struktur pemakaman berlapis yang memperlihatkan praktik upacara pemakaman yang rumit.
- Patung-patung yang memuat unsur Buddha dan Hindu, menandakan adanya sinergi keagamaan.
Lestari Moerdijat menambahkan bahwa pengakuan resmi terhadap Batujaya bukan sekadar penghargaan terhadap warisan masa lalu, melainkan juga dorongan untuk memperkuat identitas nasional serta menginspirasi generasi muda agar lebih menghargai kebudayaan Indonesia.
Pemerintah pusat dan daerah kini tengah merumuskan kebijakan konservasi yang meliputi pendirian taman budaya, pengembangan fasilitas wisata edukatif, serta upaya pengajuan situs ini ke dalam daftar warisan dunia UNESCO. Diharapkan, dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Batujaya dapat menjadi destinasi edukasi sekaligus sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.
Para ahli arkeologi menilai bahwa Batujaya membuka jendela baru dalam pemahaman sejarah Jawa Barat, khususnya terkait penyebaran budaya Buddha‑Hindu pada masa pra‑Islam. Mereka mengajak pihak terkait untuk terus mendukung penelitian ilmiah serta melibatkan komunitas lokal dalam proses pelestarian.




