PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Biomass Hub di Kalimantan Timur untuk Transisi Energi
PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Biomass Hub di Kalimantan Timur untuk Transisi Energi

PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Biomass Hub di Kalimantan Timur untuk Transisi Energi

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit Energi Terbarukan Indonesia (EPI) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kalimantan Powerindo untuk mengembangkan Biomass Hub di provinsi Kalimantan Timur. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Biomass Hub direncanakan akan memanfaatkan limbah padat dari industri kelapa sawit, terutama serbuk tandan kosong (STK) dan buah sawit yang tidak terpakai. Limbah tersebut memiliki nilai kalor tinggi, sehingga dapat diolah menjadi bio‑energi yang dapat disalurkan ke jaringan listrik PLN.

  • Potensi ekonomi: Diperkirakan dapat menghasilkan energi setara 10‑15 MW per tahun, sekaligus membuka peluang usaha bagi petani dan pengelola perkebunan kelapa sawit.
  • Manfaat lingkungan: Mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengalihkan limbah organik dari pembakaran terbuka ke pembangkit listrik berbasis biomassa.
  • Penciptaan lapangan kerja: Proyek ini diproyeksikan menciptakan sekitar 500 pekerjaan langsung dan tidak langsung di daerah setempat.

Rencana implementasi terbagi menjadi tiga fase:

  1. Fase I (2024‑2025): Studi kelayakan, desain teknis, dan pembangunan fasilitas pra‑pengolahan limbah.
  2. Fase II (2026‑2027): Instalasi pembangkit biomassa berkapasitas awal 5 MW, termasuk sistem pembakaran bersih dan integrasi ke jaringan PLN.
  3. Fase III (2028‑2029): Ekspansi kapasitas hingga 15 MW serta pengembangan jaringan distribusi energi terbarukan ke wilayah pedesaan.

Kerjasama ini juga didukung oleh pemerintah daerah Kalimantan Timur yang menyediakan lahan strategis serta insentif fiskal untuk mempercepat realisasi proyek. Diharapkan, Biomass Hub dapat menjadi contoh sukses bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan sumber daya alam menjadi energi bersih.

Dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit secara optimal, proyek ini tidak hanya mendukung target energi terbarukan Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui peningkatan pendapatan dan pengurangan polusi.