PM Israel Netanyahu Jadi Kartu Liar dalam Negosiasi Perdamaian AS‑Iran
PM Israel Netanyahu Jadi Kartu Liar dalam Negosiasi Perdamaian AS‑Iran

PM Israel Netanyahu Jadi Kartu Liar dalam Negosiasi Perdamaian AS‑Iran

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Profesor sejarah asal Italia, Lorenzo Kamel, mengingatkan bahwa keberhasilan perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran sangat bergantung pada kemampuan Washington untuk menahan peran aktif Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon, yang menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Latarnya

Serangan Israel di Lebanon belakangan ini dipicu oleh serangkaian insiden di perbatasan utara, termasuk tembakan roket yang diluncurkan oleh kelompok Hizbullah. Konflik tersebut menambah beban pada hubungan bilateral antara AS dan Israel, sekaligus memperumit negosiasi rahasia yang sedang berlangsung antara Washington dan Tehran.

Implikasi bagi negosiasi AS‑Iran

  • Kontrol politik: Washington perlu memastikan bahwa kebijakan Israel tidak menyimpang dari agenda damai yang telah disepakati.
  • Tekanan regional: Jika Israel terus melancarkan serangan, negara‑negara lain di kawasan dapat menolak untuk terlibat dalam dialog damai.
  • Kepercayaan Tehran: Iran menilai tindakan Israel sebagai bukti ketidakseriusan AS dalam mencari solusi diplomatik.

Kamel menambahkan bahwa pendekatan multilateral, melibatkan Uni Eropa dan negara‑negara Arab, dapat menjadi penyeimbang bagi pengaruh Israel. Namun, ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut memerlukan komitmen politik yang kuat dari Presiden Joe Biden dan timnya.

Secara keseluruhan, peran Netanyahu dalam skenario ini dapat dikategorikan sebagai “kartu liar”. Jika Washington berhasil menahan langkah-langkah militer Israel yang berisiko memicu konflik lebih luas, peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran akan meningkat secara signifikan.