Polda Jambi Catat 45 Konflik Suku Anak Dalam dalam Lima Tahun Terakhir
Polda Jambi Catat 45 Konflik Suku Anak Dalam dalam Lima Tahun Terakhir

Polda Jambi Catat 45 Konflik Suku Anak Dalam dalam Lima Tahun Terakhir

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Polda Jambi melaporkan bahwa selama periode 2021‑2026 tercatat sebanyak 45 konflik yang melibatkan komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Provinsi Jambi. Data ini diambil dari laporan internal kepolisian yang mencakup seluruh kecamatan dan desa tempat keberadaan suku tersebut.

Berikut rangkuman jumlah konflik per tahun:

Tahun Jumlah Konflik
2021 7
2022 9
2023 11
2024 8
2025 6
2026 4

Mayoritas insiden terjadi di wilayah pedalaman yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung, terutama di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Merangin. Penyebab utama meliputi sengketa lahan, penangkapan liar, serta benturan budaya antara masyarakat luar dan komunitas SAD.

  • Sengketa lahan: Aktivitas penebangan illegal dan ekspansi perkebunan menyebabkan wilayah tradisional suku terancam.
  • Penangkapan liar: Beberapa kasus melibatkan pemburu yang menargetkan satwa dilindungi di wilayah suku, menimbulkan konflik dengan warga SAD.
  • Benturan budaya: Perbedaan cara hidup dan kurangnya dialog antar komunitas memicu ketegangan.

Polda Jambi menegaskan bahwa upaya penanganan mencakup mediasi antara pihak terkait, peningkatan kehadiran aparat di daerah rawan, serta kerja sama dengan Dinas Sosial dan Badan Lingkungan Hidup untuk mencari solusi jangka panjang. Selain itu, polisi juga melakukan pendataan ulang terhadap anggota suku untuk meminimalisir kesalahpahaman identitas.

Para ahli menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan program edukasi hak atas tanah, memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa secara damai, dan melibatkan perwakilan SAD dalam perencanaan pembangunan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan angka konflik secara signifikan dalam lima tahun ke depan.