Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menggelar program pengabdian masyarakat yang berfokus pada modernisasi produksi melon di Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Wates dengan melibatkan kelompok tani milenial, koperasi melon, serta KWT (Kelompok Wirausaha Tani) Wani Maju.
Tujuan utama program adalah meningkatkan produktivitas agribisnis melon melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi terbarukan. Dengan pendekatan ini, petani dan UMKM diharapkan dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan kualitas buah, serta memperluas akses pasar secara daring.
Langkah-langkah utama yang dilaksanakan
- Penyuluhan penggunaan aplikasi manajemen kebun berbasis cloud untuk pencatatan data tanam, pemupukan, dan irigasi.
- Pelatihan instalasi panel surya mikro untuk menyuplai listrik pada pompa irigasi dan pendingin penyimpanan buah.
- Pengenalan sensor tanah yang terhubung ke smartphone guna memantau kelembaban dan nutrisi secara real‑time.
- Workshop pemasaran digital, termasuk pembuatan konten media sosial dan pemanfaatan platform e‑commerce.
Selama tiga hari pelatihan, lebih dari 60 petani milenial serta 20 anggota koperasi melon berhasil mengoperasikan perangkat lunak agritech dan sistem tenaga surya mini. Hasil awal menunjukkan penurunan konsumsi energi listrik hingga 40 % dan peningkatan efisiensi penggunaan air irigasi sebesar 25 %.
Direktur Program Pengabdian Masyarakat Polinema, Dr. Ir. Budi Santoso, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menjembatani ilmu teknik dengan kebutuhan sektor pertanian lokal. “Dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan energi bersih, kami ingin menciptakan model agribisnis yang berkelanjutan dan kompetitif di era digital,” ujarnya.
Para petani yang mengikuti program melaporkan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan data pertanian dan kepercayaan diri dalam memasarkan produk secara online. Beberapa di antaranya telah menyiapkan katalog digital melon Blitar untuk ditawarkan kepada pembeli di luar wilayah Kabupaten.
Ke depan, Polinema berencana memperluas program serupa ke wilayah lain di Jawa Timur serta menambah modul pelatihan tentang pengolahan pasca‑panen dan pengemasan ramah lingkungan. Diharapkan, upaya kolaboratif ini dapat menggerakkan ekonomi lokal, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan menyiapkan generasi petani yang lebih cerdas serta berkelanjutan.




