Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Polisi berhasil menggagalkan rencana massa demonstrasi yang akan digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu (BEM SI) menuju Istana Kepresidenan. Aksi yang dijadwalkan pada hari tersebut dipandang sebagai bagian dari rangkaian aksi Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) yang menuntut perbaikan di sektor pendidikan.
Petugas kepolisian menempatkan barikade di beberapa titik strategis, termasuk jalur utama menuju Istana, serta melakukan pengamanan intensif untuk mencegah kerumunan melanggar area terbatas. Menurut pernyataan resmi kepolisian, langkah tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum serta mencegah potensi bentrokan.
BEM SI tetap melanjutkan agenda demo dengan mengajukan sepuluh tuntutan utama yang mereka anggap krusial bagi perbaikan sistem pendidikan nasional. Berikut adalah rangkaian tuntutan tersebut:
- Peningkatan alokasi anggaran pendidikan menjadi minimal 20% dari PDB.
- Pembebasan beban biaya pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi.
- Penyediaan fasilitas laboratorium dan perpustakaan yang memadai di semua perguruan tinggi.
- Revisi kurikulum untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0.
- Peningkatan kualitas dan kompetensi dosen melalui program pelatihan berkelanjutan.
- Penghapusan praktik nepotisme dalam proses rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan.
- Pemberian beasiswa penuh bagi mahasiswa asal daerah tertinggal.
- Peningkatan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh kampus.
- Transparansi dalam pengelolaan dana penelitian dan hibah.
- Pembentukan forum dialog permanen antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mahasiswa.
Walaupun aksi utama dibatalkan, para anggota BEM SI tetap menggelar pertemuan di area kampus untuk menyampaikan tuntutan tersebut kepada publik dan menuntut pemerintah menanggapi secara konkret.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tetap membuka ruang dialog dengan perwakilan mahasiswa, namun menekankan pentingnya pelaksanaan aksi secara damai dan sesuai prosedur hukum. Sementara itu, pemerintah belum memberikan respons resmi terkait sepuluh tuntutan yang diajukan.




