Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah menugaskan seorang ahli kejiwaan untuk menilai kondisi psikologis tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan seorang wanita berinisial YTR, berusia 29 tahun, yang terjadi di Bandung. Pemeriksaan ini dilakukan setelah aparat kepolisian menyatakan bahwa tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh tersangka, Taufik Hidayat, berada di luar batas wajar.
Ahli kejiwaan yang ditugaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk wawancara klinis, tes psikologis, dan peninjauan riwayat kesehatan mental terdahulu. Hasil evaluasi akan diserahkan kepada Kejaksaan untuk dipertimbangkan dalam proses penuntutan. Pihak kepolisian menekankan bahwa penilaian ini penting untuk memastikan bahwa keputusan hukum tidak hanya didasarkan pada fakta kriminal, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor psikologis yang mungkin memengaruhi perilaku tersangka.
Juru bicara Polda Jabar, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, menyatakan, “Kami berkomitmen menegakkan hukum secara adil. Pemeriksaan kejiwaan ini merupakan bagian dari prosedur standar ketika ada indikasi bahwa pelaku mungkin memiliki gangguan mental yang signifikan.” Ia menambahkan bahwa proses hukum tetap akan berjalan sesuai dengan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang tentang Penanggulangan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), tanpa mengabaikan hasil evaluasi psikologis.
Kelompok hak perempuan dan lembaga sosial di Bandung menanggapi kasus ini dengan keprihatinan tinggi. Mereka menuntut agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal, sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan bagi korban kekerasan gender. Sejumlah organisasi juga mengajak publik untuk lebih waspada dan melaporkan tanda-tanda kekerasan dini.
Proses pengadilan dijadwalkan akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan, dengan penetapan tanggal sidang pertama yang akan diumumkan oleh pengadilan setempat. Sementara itu, korban YTR masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan mendapatkan dukungan psikologis untuk pemulihan jangka panjang.




