Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Polri berhasil menggagalkan jaringan perdagangan narkotika internasional yang menyamarkan diri sebagai usaha laundry di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Operasi yang dipimpin oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkap penyelundupan sabu (metamfetamin) senilai beberapa kilogram, sekaligus menangkap sejumlah tersangka kunci.
Awal Pengungkapan
Berawal dari penangkapan dua perempuan berinisial PT dan AN pada 20 April 2026 di sebuah rumah indekos, penyelidikan mengarah pada sebuah unit usaha laundry yang tampak sah. Pemeriksaan lebih lanjut menguak bahwa mesin cuci dan ruang pengering dipakai sebagai tempat penyimpanan serta penyamaran transaksi narkoba.
Rangkaian Penangkapan dan Penyitaan
Dalam satu malam aksi, satuan Reskrim Narkoba Polri berhasil menahan tujuh orang terdakwa, termasuk dua wanita yang menjadi saksi utama. Selain itu, satu warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi otak operasi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini menjadi buronan utama.
Tim penyidik menemukan total sekitar 5 kilogram sabu berbentuk kristal berwarna putih, yang masing‑masing dibungkus rapat dalam kantong plastik. Barang bukti tersebut kemudian disita dan diamankan di laboratorium forensik Polri untuk analisis lebih lanjut.
Modus Operandi Penyamaran
Menurut keterangan Kombes Pol Arya Perdana, jaringan ini memanfaatkan layanan laundry untuk menutupi aktivitas ilegal. Pelanggan yang mengirimkan pakaian ke laundry sebenarnya menurunkan paket narkoba yang tersembunyi di dalam pakaian atau di dalam mesin pencuci. Selanjutnya, narkoba dipindahkan ke lokasi lain melalui jaringan distribusi yang tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Selatan.
Modus ini dipilih karena laundry merupakan layanan yang ramai dan tidak menimbulkan kecurigaan. Selain itu, penggunaan pakaian sebagai sarana transportasi memungkinkan para pelaku menghindari pemeriksaan rutin di pos pemeriksaan jalan.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Pemberantasan
Warga Makassar menyambut positif langkah tegas Polri dalam membongkar jaringan narkoba ini. “Kami berharap pihak berwajib terus meningkatkan pengawasan, terutama di sektor‑sektor yang rentan disalahgunakan seperti laundry,” ujar seorang warga setempat yang tidak disebutkan namanya.
Pemerintah daerah juga berjanji akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian serta meningkatkan edukasi anti‑narkoba di kalangan remaja. Penegakan hukum diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota‑kota lain yang menghadapi ancaman serupa.
Langkah Selanjutnya
- Tim forensik sedang menganalisis sampel sabu untuk menentukan asal‑usul kimiawi serta jalur peredaran internasionalnya.
- Polri terus melacak jejak WNA yang masuk DPO, dengan dukungan Interpol dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
- Pengadilan di Makassar dijadwalkan memproses kasus ini dalam minggu mendatang, dengan tuntutan hukum berat bagi para pelaku.
Kasus ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, masyarakat, dan lembaga terkait dalam memerangi peredaran narkoba yang semakin kreatif. Dengan mengungkap jaringan internasional yang menyusup ke dalam kegiatan sehari‑hari, Polri menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi generasi muda dari dampak destruktif narkotika.
Penegakan hukum yang tegas dan sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam memutus rantai pasokan narkoba, sekaligus memberikan efek jera bagi mereka yang mencoba menyamarkan kejahatan dengan cara-cara yang tampak biasa.




