Frankenstein45.Com – 31 Maret 2026 | Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan apresiasi kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) atas keberhasilan pengamanan mudik Lebaran 2026 yang berjalan lancar. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada pekan lalu, PP Muhammadiyah menyoroti peran penting operasi kepolisian dalam menekan angka kecelakaan serta menurunkan tingkat fatalitas selama masa pulang kampung massal.
Operasi yang diberi nama “Ketupat” melibatkan ribuan personel Polri, Satpol PP, serta relawan masyarakat di lintas jalur utama. Berikut beberapa langkah kunci yang diambil selama operasi:
- Penempatan pos keamanan tambahan di titik rawan kecelakaan, termasuk jalan tol dan jembatan utama.
- Penerapan teknologi pemantauan lalu lintas berbasis kamera dan drone untuk deteksi dini kecelakaan.
- Pengadaan layanan medis darurat cepat tanggap di setiap pos pengamanan.
- Koordinasi intensif dengan otoritas transportasi, rumah sakit, dan organisasi kemasyarakatan.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan penurunan signifikan pada:
| Indikator | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
| Kecelakaan Lalin (kasus) | 12.450 | 8.720 |
| Kecelakaan Fatal (korban meninggal) | 1.340 | 820 |
| Waktu Respons Medis (menit) | 12 | 7 |
PP Muhammadiyah menilai pencapaian ini sebagai bukti sinergi yang efektif antara lembaga keagamaan, aparat keamanan, dan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua PP Muhammadiyah menegaskan pentingnya nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama sebagai landasan utama keberhasilan operasi.
Selain mengapresiasi Kapolri, PP Muhammadiyah juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan. Beberapa ajakan yang disampaikan antara lain:
- Patuh pada rambu lalu lintas dan aturan kecepatan.
- Gunakan transportasi umum atau carpooling bila memungkinkan.
- Hindari mengemudi dalam keadaan lelah atau terpengaruh alkohol.
- Segera laporkan kondisi darurat kepada petugas terdekat.
Dengan semangat gotong‑royong ini, diharapkan mudik Lebaran berikutnya dapat berlangsung lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan antarwarga Indonesia.




