Prabowo Akui Ada Birokrasi Curi Uang Negara: Saya Paham Gaji Kalian Kecil, tapi Lihat Rakyat
Prabowo Akui Ada Birokrasi Curi Uang Negara: Saya Paham Gaji Kalian Kecil, tapi Lihat Rakyat

Prabowo Akui Ada Birokrasi Curi Uang Negara: Saya Paham Gaji Kalian Kecil, tapi Lihat Rakyat

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakui pada Jumat, 10 April 2026, bahwa masih terdapat oknum di kalangan birokrasi yang menyalahgunakan wewenangnya untuk memfasilitasi pencurian dana negara. Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri penyerahan hasil penyelamatan keuangan dan aset negara di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Prabowo menegaskan bahwa ia menyadari banyak pejabat negeri menerima gaji yang relatif kecil, namun menekankan pentingnya menatap kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. “Saya paham gaji kalian kecil, tetapi lihatlah kondisi rakyat yang harus menanggung beban akibat korupsi,” ujar Presiden.

Acara tersebut menandai publikasinya laporan terbaru yang memuat jumlah dana yang berhasil dipulihkan dan aset yang disita selama setahun terakhir. Berikut ringkasan data utama:

Tahun Uang yang Dipulihkan (miliar Rp) Aset Disita (jumlah)
2025 12,4 87
2026 (s.d. April) 3,7 22

Presiden menambahkan bahwa pemerintah akan memperkuat mekanisme pengawasan internal dan meningkatkan sanksi bagi pejabat yang terbukti terlibat dalam praktik korupsi. Ia juga menegaskan komitmen untuk memperbaiki sistem remunerasi bagi aparatur negara, sehingga gaji yang diterima dapat mencukupi kebutuhan hidup dan tidak menjadi pendorong motivasi korupsi.

Reaksi dari kalangan politik dan masyarakat pun beragam. Beberapa pengamat menilai pengakuan Prabowo membuka peluang reformasi birokrasi yang lebih tegas, sementara aktivis anti‑korupsi menuntut langkah konkret yang lebih cepat.

  • Penguatan unit audit internal di setiap kementerian.
  • Penerapan sistem pelaporan anonim untuk whistleblower.
  • Peningkatan transparansi pengelolaan anggaran melalui portal publik.

Dengan menyoroti masalah gaji rendah sekaligus dampak korupsi terhadap rakyat, Prabowo berharap dapat menggalang dukungan luas untuk memperbaiki tata kelola keuangan negara dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dipungut dari warga dapat digunakan secara optimal.