Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para nelayan Indonesia ketika mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2024. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang bagi sang Presiden untuk menyoroti kerasnya perjuangan nelayan dalam mencari nafkah di laut.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa ia pernah menjadi anggota militer, sehingga paham betul akan risiko dan bahaya yang mengintai di perairan. “Saya pernah berada di garis depan, menatap bahaya yang sama seperti nelayan di laut. Karena itu, saya mengerti betul rasa takut, ketidakpastian, bahkan rasa kehilangan yang mereka alami,” ujar Prabowo.
Presiden menambahkan beberapa langkah yang telah dan akan terus diupayakan pemerintah untuk meringankan beban nelayan, antara lain:
- Peningkatan fasilitas pelabuhan dan pasar ikan lokal untuk memperpendek rantai distribusi.
- Penyediaan subsidi bahan bakar dan peralatan penangkapan yang ramah lingkungan.
- Pelatihan teknis bagi nelayan tentang penggunaan teknologi navigasi modern dan teknik penangkapan yang lebih efisien.
- Penguatan jaringan asuransi maritim untuk menutupi kerugian akibat bencana alam atau kecelakaan.
Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas nelayan. “Kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Diperlukan sinergi antara berbagai pihak agar nelayan dapat hidup lebih layak dan berkelanjutan,” kata beliau.
Kunjungan ke KNMP Leato Selatan berakhir dengan dialog terbuka antara Presiden dan para nelayan setempat. Banyak dari mereka menyampaikan aspirasi terkait peningkatan akses kredit, perbaikan infrastruktur, serta perlindungan hukum yang lebih kuat bagi mereka yang mengalami kecelakaan di laut.
Dengan mengangkat suara nelayan, Prabowo berharap kebijakan yang lebih responsif dapat terwujud, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesejahteraan sektor perikanan sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.







