Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh lembaga negara agar tidak menjadi pendukung atau pelindung aktivitas perjudian dan penyalahgunaan narkoba. Dalam sebuah pertemuan internal yang disiarkan secara daring, Prabowo menegaskan bahwa aparatur negara memiliki tanggung jawab utama untuk menegakkan hukum, bukan memfasilitasi tindakan yang merugikan masyarakat.
Berikut beberapa langkah konkret yang disarankan oleh Prabowo untuk mengatasi permasalahan tersebut:
- Melakukan audit internal secara berkala pada semua unit kerja untuk memastikan tidak ada keterlibatan dalam kegiatan ilegal.
- Mengoptimalkan kerja sama antar lembaga penegak hukum, termasuk kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM, serta Badan Narkotika Nasional.
- Memberikan pelatihan etika dan anti‑korupsi kepada seluruh pegawai negeri sipil secara rutin.
- Menindak tegas pejabat atau staf yang terbukti terlibat dalam perjudian atau penyalahgunaan narkoba, dengan sanksi administratif maupun pidana.
Prabowo juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan indikasi aktivitas ilegal. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan kasus judi atau narkoba melalui jalur resmi, sehingga aparat dapat menindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Respons dari sejumlah organisasi masyarakat sipil menunjukkan dukungan terhadap pernyataan Presiden. Mereka menilai bahwa sinyal kuat dari kepemimpinan negara dapat memperkuat upaya pencegahan dan penindakan. Namun, mereka juga menekankan perlunya transparansi dalam proses investigasi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.
Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas perjudian dan narkoba dari dalam sistem negara, sekaligus menuntut integritas tinggi dari setiap aparat dalam melaksanakan tugasnya.




