Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (28 April 2024). Dalam agenda tersebut, ia menyoroti produk genteng berbahan plastik daur ulang yang baru saja diproduksi oleh unit produksi di TPST tersebut.
Genteng plastik ini terbuat dari limbah plastik yang diproses melalui teknologi pemanasan dan pencetakan presisi, menghasilkan material yang ringan, tahan lama, dan ramah lingkungan. Prabowo memuji keberhasilan tim TPST dalam mengubah sampah menjadi produk konstruksi yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Berikut beberapa keunggulan genteng plastik yang disorot dalam kunjungan tersebut:
- Ramah lingkungan: Mengurangi volume sampah plastik di TPA dan menurunkan emisi karbon dibandingkan genteng konvensional.
- Ringan namun kuat: Mempermudah proses pemasangan serta menurunkan beban struktural pada bangunan.
- Ketahanan terhadap cuaca: Tahan terhadap korosi, jamur, dan perubahan suhu ekstrem.
- Biaya kompetitif: Harga produksi yang bersaing dengan genteng tradisional berkat skala produksi yang efisien.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut tabel perbandingan singkat antara genteng plastik daur ulang dengan genteng tanah liat konvensional:
| Aspek | Genteng Plastik Daur Ulang | Genteng Tanah Liat |
|---|---|---|
| Berat (kg/m2) | 8-10 | 15-20 |
| Umur Pakai | 30+ tahun | 20-25 tahun |
| Emisi CO2 (kg) | 0,9 | 1,5 |
| Biaya Produksi (Rp/m2) | 45.000 | 55.000 |
Presiden menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk memperluas penerapan teknologi daur ulang plastik dalam sektor konstruksi. Ia berharap produk inovatif seperti genteng plastik dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sampah plastik sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Prabowo juga mengajak pelaku usaha, terutama di sektor properti dan pembangunan, untuk mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan ini dalam proyek mereka. Dengan dukungan regulasi yang memadai, diharapkan produksi genteng plastik dapat meningkat secara signifikan, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengurangi ketergantungan pada bahan baku tradisional yang berdampak pada lingkungan.




