Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menegaskan komitmen kedua negara untuk mendukung solusi dua negara sebagai langkah utama menuju perdamaian abadi dan kemerdekaan bagi Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral yang diadakan di Jakarta, menandai tonggak penting dalam hubungan diplomatik Indonesia‑Perancis.
Latar Belakang Solusi Dua Negara
Solusi dua negara, yakni berdirinya negara Palestina yang berdaulat di samping Israel, telah lama menjadi pijakan utama dalam upaya penyelesaian konflik Timur Tengah. Namun, realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan berupa perselisihan wilayah, status Yerusalem, dan keamanan.
Pernyataan Kedua Pemimpin
- Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia selalu mendukung kemerdekaan Palestina berdasarkan resolusi PBB dan menolak segala bentuk kolonialisme.
- Emmanuel Macron menegaskan dukungan Perancis terhadap solusi dua negara, menyebutnya sebagai “jalan paling realistis untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina”.
- Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan koordinasi diplomatik, termasuk melalui kunjungan bilateral selanjutnya dan kerja sama di forum internasional.
Implikasi bagi Hubungan Indonesia‑Perancis
Kesepakatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mediator yang aktif dalam urusan Timur Tengah, sekaligus memperdalam kerja sama strategis dengan Perancis di bidang politik, ekonomi, dan keamanan. Kedua negara berkomitmen untuk mengusulkan resolusi bersama di Perserikatan Bangsa‑Bangsa serta memperkuat jaringan diplomatik di kawasan.
Reaksi Internasional
Berbagai negara dan organisasi internasional menyambut positif pernyataan tersebut, melihatnya sebagai sinyal adanya konsensus global yang lebih luas terhadap solusi dua negara. Namun, beberapa pihak menilai bahwa pernyataan politik saja belum cukup tanpa langkah konkret di lapangan.
Ke depan, Indonesia dan Perancis berencana untuk menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan pihak‑pihak terkait, termasuk perwakilan Palestina dan Israel, guna mempercepat proses perdamaian yang berkelanjutan.




