Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni 2026, resmi mencabut Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan itu diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekaligus mengumumkan penunjukan Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, sebagai pengganti Dadan.
Latar Belakang Dadan Hindayana
Dadan Hindayana, sarjana Pertanian jurusan Hama dan Penyakit Tanaman dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1990, menempuh pendidikan lanjutan di Jerman dan memperoleh gelar doktor (Dr. rer. Hort) dalam bidang Entomologi Terapan. Sejak 1992 ia mengabdi sebagai dosen di IPB, kemudian naik menjadi lektor dan memegang sejumlah posisi strategis, termasuk Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB, Ketua STPK Banau Halmahera Barat, serta konsultan lintas kementerian. Pada 19 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Kepala BGN melalui Keputusan Presiden No. 94B/2024, dan ia kembali dipertahankan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo sejak Oktober 2024.
Peran BGN dan Program MBG
Badannya dibentuk untuk melaksanakan program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut menyediakan makanan sehat bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, dan telah berjalan sejak 6 Januari 2025. Selama masa jabatan Dadan, BGN mengawasi lebih dari 2.200 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan mengatasi sejumlah permasalahan operasional, termasuk penangguhan 2.213 SPPG dan penutupan sementara 240 dapur MBG yang mengalami kendala.
Penggantian dan Penataan Struktur BGN
Selain pencopotan Dadan Hindayana, Presiden Prabowo juga memberhentikan tiga wakil kepala BGN: Brigjen Polisi Sony Sonjaya, Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, dan Wakil Kepala lainnya. Sebagai gantinya, Nanik S. Deyang diangkat menjadi Kepala BGN, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono masing-masing ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Penataan kembali ini diklaim sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program MBG di tengah evaluasi tengah tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Reaksi dan Implikasi Kebijakan
Penggantian pimpinan BGN mendapat beragam reaksi. Kalangan akademisi menilai bahwa Dadan Hindayana, dengan latar belakang entomologi dan pengalaman panjang di IPB, telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan gizi. Namun, sejumlah pihak menyoroti bahwa selama 1,5 tahun monitoring, terdapat temuan ketidaksesuaian operasional di beberapa dapur MBG, termasuk penggunaan alat rapid test yang belum standar. Pemerintah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas distribusi pangan bergizi.
Keputusan ini juga dipandang sebagai sinyal kuat Presiden Prabowo untuk menegakkan agenda gizi nasional yang menjadi janji kampanye pada pemilihan 2024. Dengan Nanik S. Deyang, yang memiliki pengalaman dalam komunikasi publik dan investigasi, diharapkan BGN dapat lebih responsif terhadap masukan masyarakat dan mempercepat penyelesaian permasalahan di lapangan.
Langkah Selanjutnya BGN
- Mengoptimalkan audit internal pada semua dapur MBG untuk memastikan standar keamanan pangan.
- Memperkuat kerjasama dengan lembaga pengawas seperti Polri dan TNI dalam penegakan prosedur operasional.
- Meningkatkan transparansi data gizi melalui portal daring yang dapat diakses publik.
- Melakukan pelatihan intensif bagi staf BGN dan kepala dapur mengenai prosedur rapid test dan manajemen logistik.
Dengan struktur kepemimpinan yang baru, BGN diharapkan dapat melanjutkan upaya penurunan angka stunting serta meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil secara nasional. Penggantian ini menandai babak baru dalam implementasi program MBG, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan nutrisi yang layak.




