Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan empat mata dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kompleks Hambalang, Bogor. Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi dan perencanaan kebijakan keamanan nasional serta program strategis kepolisian ke depan.
Dalam dialog yang berlangsung selama beberapa jam, kedua pihak meninjau capaian keamanan dalam setahun terakhir, termasuk penurunan kasus terorisme, kejahatan siber, serta peningkatan respons cepat terhadap bencana alam. Mereka menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga, terutama antara TNI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan kepolisian, untuk mengantisipasi ancaman yang semakin kompleks.
Agenda utama yang dibahas meliputi:
- Peningkatan kemampuan intelijen kepolisian dalam mendeteksi jaringan terorisme dan kejahatan transnasional.
- Pengembangan sistem keamanan siber nasional, termasuk kolaborasi dengan sektor swasta dan universitas.
- Program modernisasi peralatan operasional, seperti kendaraan patroli listrik dan perangkat pemantauan berbasis AI.
- Penerapan konsep Polri sebagai lembaga yang berorientasi pada masyarakat (community policing) melalui peningkatan kehadiran polisi di wilayah-wilayah terpencil.
- Penguatan pelatihan dan kesejahteraan anggota kepolisian agar dapat beroperasi secara optimal di lapangan.
Prabowo menekankan bahwa keamanan nasional bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan merupakan agenda bersama seluruh elemen bangsa. Ia meminta Kapolri untuk mempercepat implementasi program strategis yang telah dirumuskan, serta melaporkan progresnya secara periodik kepada pemerintah.
Kapolri Listyo Sigit menyampaikan apresiasi atas dukungan presiden dan berjanji akan memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait, serta meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan kebijakan. Ia menambahkan bahwa Polri siap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pemerintah dan kepolisian dalam menyusun strategi keamanan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia aman, damai, dan makmur.




