Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkap secara terbuka alasan di balik keputusan pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta wakilnya. Menurut pernyataan yang disampaikan dalam sebuah konferensi pers, keputusan tersebut didasarkan pada adanya laporan yang menuding adanya indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program gizi nasional.
Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program pemerintah, khususnya yang berhubungan dengan gizi masyarakat. Ia menambahkan bahwa laporan tersebut telah dipelajari oleh tim khusus, yang menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana dan pelaksanaan program.
- Pengawasan program gizi harus lebih ketat untuk mencegah kebocoran dana.
- Penegakan sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melakukan penyimpangan.
- Peningkatan mekanisme pelaporan dan audit independen.
Presiden juga menegaskan bahwa langkah pencopotan bukan semata-mata bersifat administratif, melainkan sebagai upaya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan gizi nasional. “Kami tidak dapat menoleransi adanya indikasi penyalahgunaan dana publik, terutama dalam program yang menyangkut kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Selanjutnya, Prabowo menginstruksikan agar Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek dan program yang berada di bawah naungan BGN. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan yang konkret, termasuk penataan ulang struktur organisasi dan penetapan prosedur kontrol yang lebih efektif.
Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan integritas BGN serta memastikan bahwa program gizi nasional dapat dijalankan secara optimal, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi atau penyelewengan lainnya.




