Prabowo Kritis MBG, Gibran Instruksikan Siswa Lemhannas di P3N XXVII
Prabowo Kritis MBG, Gibran Instruksikan Siswa Lemhannas di P3N XXVII

Prabowo Kritis MBG, Gibran Instruksikan Siswa Lemhannas di P3N XXVII

Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada hari Rabu menegaskan pentingnya kedisiplinan dan etika kepemimpinan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) ke-27 yang diadakan di Lemhannas. Dalam sambutannya, Gibran menekankan bahwa generasi pemimpin masa depan harus mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan serta menghindari perilaku yang dapat menodai citra institusi negara.

Gibran juga menyampaikan arahan konkret kepada para peserta, antara lain:

  • Menghormati aturan protokol dan tata tertib selama pelatihan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan belajar sebagai wujud tanggung jawab sosial.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif dalam menyelesaikan tantangan kebijakan.

Sementara itu, dalam sidang DPR yang berlangsung bersamaan, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kembali mengkritik kebijakan MBG (Masa Bakti Garansi) yang dinilai belum memberikan kejelasan bagi para pegawai negeri. Prabowo menilai bahwa MBG harus disusun secara transparan, melibatkan masukan dari stakeholder, serta disertai mekanisme evaluasi yang jelas untuk memastikan program tersebut tidak menimbulkan beban administratif berlebih.

Prabowo menambahkan, “Kebijakan MBG harus menjadi instrumen yang mendukung peningkatan kinerja aparatur, bukan sekadar formalitas yang menghambat produktivitas. Pemerintah perlu menyelaraskan kebijakan ini dengan agenda reformasi birokrasi yang lebih luas.”

Reaksi pemerintah terhadap pernyataan Prabowo masih dipantau. Sebagai respons awal, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara menegaskan bahwa proses revisi MBG sedang dalam tahap konsultasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk serikat pekerja dan lembaga swadaya masyarakat.

Kedua pernyataan tersebut menandai dinamika politik yang tengah berlangsung menjelang pemilihan umum berikutnya. Sementara Gibran berfokus pada pembentukan karakter pemimpin muda melalui program P3N, Prabowo menyoroti kebijakan struktural yang mempengaruhi kinerja aparatur negara.