Prabowo Pastikan Swasembada Pangan di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Prabowo Pastikan Swasembada Pangan di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Prabowo Pastikan Swasembada Pangan di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa negara telah berhasil mencapai swasembada pangan, meskipun situasi geopolitik global sedang mengalami ketegangan yang signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang menyoroti capaian sektor pertanian, khususnya produksi udang di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Beberapa langkah utama yang diidentifikasi pemerintah untuk mempertahankan swasembada meliputi:

  • Peningkatan teknologi budidaya dan penggunaan bibit unggul.
  • Pengembangan infrastruktur logistik, termasuk pelabuhan dan jalur distribusi.
  • Dukungan pembiayaan yang mudah diakses bagi petani dan nelayan.
  • Peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih efektif.

Kasus udang di Kebumen menjadi contoh konkret. Kabupaten tersebut berhasil meningkatkan produksi udang secara signifikan berkat program revitalisasi tambak, pelatihan teknis, dan kemitraan dengan perusahaan pengolahan. Hasilnya, produksi udang lokal kini dapat memenuhi permintaan pasar domestik dan sebagian diekspor ke negara‑tetangga.

Prabowo juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan. Selain komoditas tradisional seperti beras dan jagung, pemerintah menargetkan peningkatan produksi pangan laut, buah‑buah tropis, dan sayuran organik. Diversifikasi ini diharapkan dapat menurunkan ketergantungan pada impor bahan pangan pokok.

Di tengah dinamika geopolitik, Indonesia berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui kebijakan harga dasar, subsidi, serta intervensi pasar bila diperlukan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan lembaga internasional untuk memastikan pasokan bahan baku pertanian tidak terhambat oleh sanksi atau pembatasan perdagangan.

Dengan langkah‑langkah tersebut, Prabowo yakin Indonesia akan terus mempertahankan status swasembada pangan, sekaligus memperkuat posisi negara sebagai pemain utama dalam keamanan pangan regional.