Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa kecurangan dalam proses ekspor dan impor menjadi faktor utama menurunnya pemasukan negara, yang berdampak langsung pada alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan aparatur sipil negara (ASN) berpenghasilan rendah.
Akibatnya, dana yang seharusnya dialokasikan untuk meningkatkan gaji guru, tenaga kependidikan, serta pegawai negeri dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan menjadi terbatas. Prabobu menambahkan bahwa penurunan pemasukan ini memperparah kesenjangan upah antara pejabat tinggi dan pekerja di level bawah.
- Penipuan ekspor diperkirakan merugikan negara hingga miliaran dolar per tahun.
- Anggaran pendidikan yang semula direncanakan naik 5% mengalami penurunan menjadi 2% pada tahun anggaran berjalan.
- Gaji rata‑rata guru negeri berada di kisaran Rp4,8 juta, sementara ASN kelas I/II hanya menerima sekitar Rp4,2 juta.
Presiden menekankan pentingnya reformasi birokrasi di bidang bea cukai dan lembaga terkait untuk menutup celah yang dimanfaatkan pelaku penipuan. Ia juga mengajak kementerian keuangan serta otoritas pengawasan untuk meningkatkan pengawasan serta menegakkan sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melakukan kecurangan.
Beberapa pihak menanggapi pernyataan Prabowo dengan harapan kebijakan yang lebih tegas akan segera diimplementasikan, sementara serikat pekerja mengusulkan peninjauan kembali kebijakan remunerasi guru dan ASN agar lebih adil.




