Prabowo Santai Tanggapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok!
Prabowo Santai Tanggapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok!

Prabowo Santai Tanggapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok!

Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan komentar santai terkait penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh angka Rp 17.600 per dolar. Ia menegaskan bahwa meskipun nilai tukar melemah, kehidupan masyarakat, terutama di daerah pedesaan, tidak bergantung pada penggunaan dolar.

Penurunan rupiah terjadi pada akhir pekan lalu, dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Beberapa penyebab utama antara lain:

  • Penguatan dolar AS secara global yang dipicu oleh kebijakan moneter ketat Federal Reserve.
  • Kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi di negara‑negara maju.
  • Ketidakpastian harga komoditas ekspor Indonesia, khususnya batu bara dan kelapa sawit.
  • Aliran modal keluar akibat penyesuaian portofolio investor internasional.

Dalam sebuah konferensi pers, Prabowo menyampaikan, “Rupiah memang turun, tetapi di desa‑desa kita tidak pakai dolar untuk berbelanja. Masyarakat tetap menggunakan rupiah untuk kebutuhan sehari‑hari.” Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau situasi dan siap mengambil langkah kebijakan jika diperlukan, termasuk penyesuaian suku bunga atau intervensi pasar.

Selain komentar tersebut, Kementerian Keuangan juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui pengelolaan cadangan devisa yang prudent dan koordinasi dengan Bank Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa volatilitas nilai tukar bersifat sementara dan tidak mengancam fundamental ekonomi nasional.

Para analis pasar menilai bahwa pernyataan Prabowo bersifat menenangkan, namun tetap memperingatkan bahwa tekanan pada rupiah dapat berlanjut bila dolar AS terus menguat. Mereka menyarankan diversifikasi ekspor dan peningkatan daya saing produk domestik sebagai langkah jangka panjang.