Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Juru bicara pemerintah, Prabowo Subianto, menyoroti adanya sekitar 1.800 perlintasan sebidang (atap‑lantai) di seluruh Pulau Jawa yang masih beroperasi sejak era kolonial Belanda. Menurutnya, fasilitas ini menjadi titik rawan kecelakaan antara kendaraan bermotor dan kereta api, sekaligus menghambat kelancaran arus transportasi.
Prabowo menegaskan bahwa penanganan perlintasan tersebut harus menjadi prioritas nasional. Ia menambahkan, “Dari zaman Belanda, kita harus selesaikan! Tidak boleh lagi membiarkan risiko ini mengancam keselamatan publik.”
Pemerintah pusat telah merencanakan alokasi bantuan khusus bagi pemerintah daerah yang memiliki perlintasan kritis. Salah satu contoh nyata adalah Kabupaten/Kota Bekasi, di mana pembangunan flyover di atas perlintasan sebidang dianggap sangat mendesak.
Berikut langkah‑langkah yang diusulkan untuk menyelesaikan permasalahan ini:
- Mengidentifikasi dan memetakan seluruh perlintasan sebidang yang berada di wilayah Jawa.
- Menetapkan prioritas berdasarkan tingkat risiko kecelakaan dan volume lalu lintas.
- Menyediakan dana khusus bagi daerah dengan perlintasan berbahaya untuk pembangunan flyover atau underpass.
- Menggandeng perusahaan konstruksi nasional dalam pelaksanaan proyek dengan standar keselamatan tinggi.
- Melakukan pemeliharaan rutin dan pengawasan pasca‑konstruksi.
Jika semua langkah ini dilaksanakan secara terpadu, diharapkan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang dapat berkurang drastis, mempercepat mobilitas barang dan orang, serta meningkatkan daya saing ekonomi Jawa secara keseluruhan.




