Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Ketua Komisi I DPR RI, Prabowo Subianto, menyoroti permasalahan penambangan ilegal yang telah berlangsung selama delapan tahun terakhir. Menurutnya, praktik tambang tidak resmi tersebut secara konsisten menyedot ratusan miliar rupiah dari kas negara setiap bulannya.
Prabowo menegaskan bahwa keberlangsungan tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran lingkungan, melainkan juga memicu kerugian fiskal yang signifikan. Ia menambahkan bahwa kerugian tersebut tidak hanya terjadi pada tingkat daerah, tetapi merembet hingga ke anggaran pusat.
- Penambangan ilegal beroperasi di wilayah yang seharusnya berada di bawah pengawasan pemerintah.
- Kurangnya penegakan hukum memungkinkan jaringan kriminal menguasai sektor pertambangan.
- Kerugian finansial diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah setiap bulan.
Untuk memberi gambaran lebih jelas, berikut perkiraan kerugian yang dihasilkan oleh tambang ilegal:
| Periode | Estimasi Kerugian (Miliar Rupiah) |
|---|---|
| Bulanan | 200‑300 |
| Tahunan | 2.500‑3.600 |
Prabowo mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera memperkuat pengawasan, meningkatkan koordinasi antar lembaga, serta menindak tegas pelaku korupsi yang terlibat dalam rantai pasok tambang ilegal. Ia menekankan bahwa reformasi regulasi dan penerapan teknologi monitoring berbasis satelit dapat menjadi solusi jangka panjang.
Selain itu, Prabowo mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan aktivitas penambangan yang mencurigakan. Keterlibatan publik, bersama dengan kebijakan yang tegas, diharapkan dapat menurunkan angka kerugian dan melindungi sumber daya alam Indonesia.




