Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas Kabinet Merah Putih yang membahas dua pilar utama pembangunan: perlindungan hak‑hak buruh dan optimalisasi kontribusi perguruan tinggi di tingkat daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan itu dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Tinggi, serta sejumlah menteri terkait. Dalam rapat, Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan tenaga kerja menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Berikut rangkaian kebijakan yang disepakati untuk meningkatkan perlindungan buruh:
- Peningkatan upah minimum regional (UMR) sebesar 10‑15% secara bertahap selama tiga tahun ke depan.
- Penguatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan menambah cakupan asuransi kecelakaan kerja.
- Penerapan standar keselamatan kerja yang lebih ketat melalui inspeksi rutin dan sanksi administratif bagi pelanggar.
- Pembentukan pusat pelatihan vokasi berstandar internasional yang berkolaborasi dengan dunia usaha.
Sementara itu, peran perguruan tinggi dipandang sebagai motor penggerak inovasi dan pengembangan sumber daya manusia. Prabowo mengusulkan tiga langkah strategis:
- Penguatan riset terapan dengan dana hibah khusus untuk proyek yang berorientasi pada solusi daerah.
- Peningkatan kemitraan antara kampus dan industri melalui program magang, inkubator bisnis, dan transfer teknologi.
- Pembentukan jaringan universitas daerah yang terintegrasi untuk berbagi sumber daya, kurikulum, dan hasil penelitian.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, dibentuk tim koordinasi lintas kementerian yang akan melakukan monitoring bulanan dan melaporkan hasilnya kepada Presiden. Anggaran awal dialokasikan sebesar Rp5 triliun, dengan harapan investasi publik‑swasta dapat mempercepat realisasi program.
Dengan fokus pada perlindungan buruh dan pemanfaatan potensi perguruan tinggi, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adil, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.




