Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin, 25 Mei 2026, memimpin serangkaian acara penting di Kota Bandung, Jawa Barat. Acara utama meliputi peresmian renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) serta taklimat kepada sekitar seribu perwira dari Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Kegiatan ini menandai komitmen Presiden dalam memperkuat institusi militer dan kepolisian serta menegaskan peran strategis Seskoad sebagai tempat pembentukan pemimpin bangsa.
Peresmian Museum dan Perpustakaan Seskoad
Ruang renovasi museum dan perpustakaan Seskoad dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo dengan ucapan “bismillahirrahmanirrahim”. Museum tersebut menampilkan jejak sejarah panjang lembaga, termasuk profil para alumni yang pernah menjadi Presiden Indonesia—Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Prabowo sendiri—serta empat Wakil Presiden yang juga merupakan lulusan Seskoad. Selain itu, koleksi internasional menonjolkan empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura yang pernah menempuh pendidikan di Seskoad, menegaskan reputasi lembaga ini di tingkat global.
Kolonel Arhanud Desi Ariyanto, Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, menjelaskan bahwa museum berfungsi sebagai ruang pembelajaran tentang sejarah perang, kepemimpinan, dan nilai-nilai militer. “Kami harus memahami sejarah agar dapat menginspirasi generasi perwira yang akan memimpin di masa depan,” ujarnya.
Taklimat Strategis kepada Perwira TNI‑Polri
Setelah peresmian, Presiden Prabowo melanjutkan taklimat kepada seribu perwira yang terdiri dari siswa Sesko AD, AL, AU, serta Sespimti Polri. Dalam taklimat, Presiden menekankan pentingnya TNI menjadi “tentara rakyat” yang selalu berada di sisi masyarakat, sementara Polri harus dicintai dan dipercaya oleh publik. Ia menggarisbawahi sinergi antara TNI dan Polri dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam bidang pertahanan, keamanan, dan pembangunan nasional.
Prabowo juga menyinggung agenda tahunan Rapim (Rapat Pimpinan) TNI‑Polri yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan pada awal tahun, menegaskan bahwa koordinasi tingkat tinggi ini menjadi landasan utama kebijakan pertahanan negara. “Setiap awal tahun, forum ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan visi dan misi antara TNI, Polri, dan pemerintah,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam sambutan singkat.
Program Kepemimpinan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Selain taklimat di Bandung, Prabowo sebelumnya memberikan pengarahan kepada 1.500 komandan satuan TNI di Universitas Pertahanan Bogor pada akhir April 2026. Ia juga memimpin rapat pimpinan TNI‑Polri selama 3,5 jam di Istana Merdeka pada 9 Februari 2026. Di samping itu, Presiden menyoroti peluncuran Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Bogor, yang menargetkan 400 peserta dari BUMN untuk membentuk pemimpin masa depan dengan konsep “best heart and best mind”.
Hoaks yang Menyerang Prabowo
Seiring dengan aktivitas publik yang tinggi, Prabowo juga menjadi sasaran tiga hoaks yang menyebar luas di media sosial. Hoaks‑hoaks tersebut mencakup klaim palsu bahwa ia “menekan” seorang Wakil Menteri hingga dirawat di RSPAD, serta penyebaran informasi tidak benar tentang kebijakan pemerintah. Pihak kepolisian dan tim digital pemerintah terus memantau dan menanggapi penyebaran informasi bohong, menegaskan pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan berita.
Relevansi dan Harapan Ke Depan
Peresmian museum dan taklimat ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan terhadap warisan militer Indonesia, tetapi juga menandai langkah konkret Presiden dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga keamanan. Dengan menekankan nilai kepemimpinan, integritas, dan rasa kebangsaan, Prabowo berharap generasi perwira dapat menginternalisasi semangat “Maju Tak Gentar” dalam menghadapi tantangan geopolitik dan keamanan domestik.
Secara keseluruhan, rangkaian acara di Bandung menegaskan agenda nasional yang berfokus pada modernisasi institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penanggulangan disinformasi. Presiden Prabowo Subianto menutup hari itu dengan harapan bahwa sinergi antara militer, kepolisian, dan lembaga pendidikan akan terus memperkuat ketahanan bangsa.




