Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menutup KTT ke-48 ASEAN yang digelar di Filipina dengan menekankan perlunya penguatan ketahanan pangan dan energi di kawasan. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti tantangan geopolitik global yang memperburuk ketidakpastian pasokan bahan pokok dan sumber energi.
Beberapa keputusan penting yang disepakati meliputi:
- Peningkatan kerja sama pertanian melalui pertukaran teknologi dan varietas tanaman tahan iklim.
- Pengembangan jaringan energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin, serta diversifikasi sumber energi fosil.
- Pembentukan mekanisme respons cepat untuk mengatasi gangguan rantai pasokan pangan.
- Penguatan kerangka kerja regional untuk investasi infrastruktur energi lintas batas.
Prabowo juga mengajak negara anggota ASEAN untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan agenda bersama, guna menciptakan ketahanan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa solidaritas regional menjadi kunci dalam menghadapi tekanan eksternal serta perubahan iklim.
Di akhir pertemuan, para pemimpin sepakat untuk menyusun rencana aksi konkret yang akan dievaluasi pada KTT ASEAN berikutnya. Harapannya, langkah‑langkah tersebut dapat memperkuat stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat di seluruh wilayah Asia Tenggara.




