Praktisi: Konten sebagai Penggerak Kinerja Perdagangan
Praktisi: Konten sebagai Penggerak Kinerja Perdagangan

Praktisi: Konten sebagai Penggerak Kinerja Perdagangan

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menyoroti peran krusial konten dalam meningkatkan kinerja perdagangan daring. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mengandalkan visual dan video telah memaksa pelaku e‑commerce untuk menyesuaikan strategi pemasaran.

Data internal Tokopedia menunjukkan bahwa produk yang dipromosikan lewat video pendek atau tutorial mengalami kenaikan penjualan rata‑rata hingga 35 % dibandingkan dengan listing standar. Sementara itu, TikTok Shop mencatat pertumbuhan transaksi harian sebesar 22 % setelah meluncurkan fitur “Shop in‑Feed” yang menampilkan konten berbelanja secara interaktif.

Berikut beberapa pendekatan yang dianggap efektif oleh tim Stephanie dalam memanfaatkan konten sebagai motor pertumbuhan:

  • Kolaborasi dengan kreator lokal: Menggandeng influencer yang memiliki basis pengikut relevan untuk menciptakan konten autentik.
  • Penggunaan format video pendek: Memanfaatkan durasi 15‑60 detik untuk menampilkan keunggulan produk secara cepat dan menarik.
  • Integrasi fitur belanja langsung: Menyematkan tautan produk dalam video sehingga konsumen dapat melakukan pembelian tanpa meninggalkan platform.
  • Analisis performa real‑time: Menggunakan dashboard analytics untuk menilai tingkat interaksi, konversi, dan menyesuaikan konten selanjutnya.

Stephanie menambahkan bahwa edukasi penjual mengenai pembuatan konten menjadi prioritas. Tokopedia kini menyediakan modul pelatihan gratis yang mencakup teknik pencahayaan, penyusunan storyboard, dan optimalisasi caption. Tujuannya adalah agar setiap UKM dapat menghasilkan materi visual yang kompetitif tanpa harus mengandalkan agensi eksternal.

Ke depan, diperkirakan integrasi antara e‑commerce dan platform media sosial akan semakin erat. Dengan kecerdasan buatan yang mampu merekomendasikan produk berdasarkan perilaku menonton, konten tidak lagi sekadar alat promosi, melainkan komponen inti dalam perjalanan pembelian konsumen.