Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai bahwa organisasi Muhammadiyah telah melakukan upaya modernisasi dalam pelaksanaan tradisi Halalbihalal, terutama di kota kelahirannya, Kediri. Menurutnya, perubahan ini tidak hanya menyegarkan cara tradisi dijalankan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan antarumat Islam.
Halalbihalal merupakan tradisi tahunan yang biasanya dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri, di mana umat Islam saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan. Pada era digital, kebutuhan untuk menyesuaikan cara pelaksanaan dengan perkembangan zaman menjadi penting agar tradisi tetap relevan.
Beberapa langkah modernisasi yang diidentifikasi oleh Pramono meliputi:
- Penerapan sistem pendaftaran online bagi peserta, sehingga proses verifikasi menjadi lebih cepat dan transparan.
- Penggunaan aplikasi mobile untuk mengirimkan undangan, agenda, dan laporan kehadiran secara real‑time.
- Pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan damai dan mengingatkan umat agar tetap menjaga protokol kesehatan.
- Penyediaan fasilitas digital seperti pemutaran video edukatif tentang sejarah Halalbihalal dan nilai-nilai toleransi.
Pramono menekankan bahwa modernisasi tidak berarti mengubah esensi tradisi, melainkan menyesuaikannya dengan alat dan platform yang lebih efisien. Ia berharap langkah serupa dapat diadopsi oleh organisasi keagamaan lain di seluruh Indonesia, sehingga semangat kebersamaan tetap terjaga di tengah arus digitalisasi.
Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan teknologi, yang diyakini dapat menjadi contoh bagi komunitas lain dalam mengoptimalkan tradisi lokal tanpa mengorbankan makna spiritualnya.




