Frankenstein45.Com – 02 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengajukan usulan agar pengelola pusat perbelanjaan Senayan City dan Plaza Senayan membangun terowongan di bawah tanah yang menghubungkan kedua gedung. Usulan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya volume kendaraan dan pejalan kaki di sekitar kawasan Senayan, yang sering menyebabkan kemacetan pada jam sibuk.
- Mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Thamrin.
- Menjamin keamanan pejalan kaki dengan jalur khusus yang terpisah dari kendaraan.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kunjungan belanja.
- Memberikan alternatif rute bagi transportasi publik yang melintas di area tersebut.
Namun, proyek terowongan tidak lepas dari tantangan teknis dan biaya. Pembangunan di bawah tanah memerlukan kajian geoteknik yang mendalam, koordinasi dengan berbagai instansi, serta alokasi dana yang signifikan. Pramono menekankan pentingnya dukungan dari pihak swasta dan pemerintah untuk mewujudkan rencana ini dalam jangka waktu yang realistis.
Reaksi masyarakat dan pengusaha ritel di sekitar Senayan beragam. Sebagian menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah inovatif untuk mengatasi kemacetan, sementara yang lain mengkhawatirkan potensi gangguan selama fase konstruksi. Pemerintah DKI berjanji akan melakukan sosialisasi intensif serta menyiapkan rencana mitigasi agar dampak negatif dapat diminimalkan.
Jika terowongan tersebut selesai dibangun, diharapkan Senayan City dan Plaza Senayan menjadi contoh integrasi infrastruktur perkotaan yang modern, sekaligus memperkuat posisi kawasan Senayan sebagai pusat komersial dan transportasi utama di Jakarta.




