Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi meluncurkan proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas pada 21 Juni 2026. Dek ini dibangun di kawasan Setiabudi, tepatnya di persimpangan strategis antara Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL Serpong Line, dan Terminal Bus Pulo Gadung, sebagai upaya meningkatkan mobilitas pejalan kaki dan menghubungkan enam moda transportasi utama.
Pedestrian Deck direncanakan memiliki panjang sekitar 250 meter dengan lebar 10 meter, dilengkapi fasilitas pencahayaan LED, sistem pemantauan keamanan, serta area komersial untuk pedagang kecil. Deck ini akan menjadi jalur pejalan kaki yang terpisah dari lalu lintas kendaraan, meminimalisir potensi kecelakaan dan mempercepat pergerakan antar moda.
- Kereta Rel Listrik (KRL) – Jalur Serpong‑Bogor
- MRT – Jalur Lebak Bulus‑Bundaran HI
- LRT – Jalur Cibubur‑Esa
- TransJakarta – Koridor 1, 6, dan 9
- Bus kota dan bus antar kota
- Transportasi berbasis sepeda dan skuter listrik
Berikut perkiraan manfaat yang diharapkan setelah selesai:
| Manfaat | Estimasi |
|---|---|
| Pengurangan waktu perjalanan antar moda | 20‑30 menit per perjalanan |
| Peningkatan kapasitas penumpang harian | +150.000 penumpang |
| Penurunan kecelakaan pejalan kaki | 30% dibandingkan tahun sebelumnya |
| Peningkatan nilai properti di sekitar | +12% dalam 2 tahun |
Proyek ini dibiayai melalui anggaran DKI Jakarta sebesar Rp 750 miliar, dengan partisipasi aktif dari PT MRT Jakarta, PT KAI, dan PT Transportasi Jakarta. Target penyelesaian ditetapkan pada akhir 2028, mengingat proses perizinan dan konstruksi yang melibatkan lebih dari 200 kontraktor lokal.
Peluncuran Pedestrian Deck Dukuh Atas menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke‑571, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menciptakan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah pejalan kaki.




