Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Presiden Google untuk wilayah Asia Pasifik secara tegas menyatakan tidak ada kesepakatan apa pun dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, terkait proses pengadaan Chromebook yang sedang diperiksa di pengadilan Jakarta.
Pernyataan tersebut diberikan dalam sidang khusus yang membahas dugaan adanya kolusi antara pihak Google dan pemerintah Indonesia dalam penetapan perangkat laptop berbasis Chrome OS untuk sekolah-sekolah negeri.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh perwakilan Google:
- Google tidak menandatangani kontrak atau memorandum apa pun dengan Kementerian Pendidikan Indonesia yang melibatkan Nadiem Makarim.
- Setiap proses penawaran perangkat Chromebook dilakukan secara transparan melalui mekanisme tender publik yang diawasi oleh lembaga pengawas pengadaan.
- Investasi Google di Indonesia bersifat independen dan tidak terkait dengan keputusan pembelian perangkat oleh pemerintah.
Sementara itu, pengacara pemerintah menegaskan bahwa proses pengadaan tersebut telah mengikuti regulasi yang berlaku dan menolak tuduhan adanya praktik korupsi.
Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan, dan pihak berwenang berjanji akan mengungkap seluruh fakta untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dana publik.




