Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan kemarahan dan kekecewaannya atas komentar yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyinggung Paus Leo (Francis). Pezeshkian menegaskan bahwa setiap bentuk penghinaan terhadap tokoh spiritual tidak dapat diterima, terlepas dari latar belakang politik atau agama.
Dalam sebuah konferensi pers, Pezeshkian menuturkan, “Kami mengecam keras pernyataan yang menyinggung Paus Leo. Tidak ada tempat bagi penghinaan terhadap tokoh religius manapun, terutama dalam konteks hubungan internasional yang harus didasari rasa hormat bersama.” Ia menambah bahwa Iran berkomitmen untuk menjaga toleransi antar‑umat beragama dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah.
Reaksi serupa juga muncul dari Kementerian Luar Negeri Iran, yang menyebut komentar Trump sebagai “serangan pribadi yang tidak beralasan” dan menuntut agar Amerika Serikat menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk hubungan diplomatik.
Berbagai negara dan organisasi internasional memberikan tanggapan beragam. Beberapa menyatakan keprihatinan atas retorika yang dapat menimbulkan ketegangan, sementara yang lain menekankan pentingnya kebebasan berpendapat. Namun, mayoritas menyoroti bahwa komentar yang menyinggung tokoh agama harus dihindari demi menjaga stabilitas dan saling menghormati antarbangsa.
Insiden ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington, yang sebelumnya dipicu oleh sanksi ekonomi, isu nuklir, dan kebijakan luar negeri masing‑masing. Para pengamat menilai bahwa pernyataan Trump dapat memperdalam jurang ketegangan, sekaligus menambah beban diplomatik bagi kedua negara.
Sejauh ini, tidak ada tanggapan resmi langsung dari pihak Paus atau Vatikan terkait komentar tersebut. Namun, Vatikan secara umum menekankan nilai-nilai dialog, toleransi, dan perdamaian dalam hubungan antar‑negara.




