Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Dorong Transisi Energi Nasional
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Dorong Transisi Energi Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Dorong Transisi Energi Nasional

Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan pabrik produksi kendaraan listrik (EV) yang terletak di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin, 8 April 2026. Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat pemerintah, pengusaha otomotif, serta perwakilan akademisi dan masyarakat setempat.

Inaugurasi ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung pengembangan industri otomotif dalam negeri yang berkelanjutan.

Pabrik tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi awal 10.000 unit kendaraan listrik per tahun, dengan target peningkatan hingga 30.000 unit dalam lima tahun ke depan. Investasi awal mencapai Rp 2,5 triliun, melibatkan perusahaan patungan antara BUMN, swasta nasional, dan mitra teknologi asing.

  • Penciptaan lapangan kerja: Diperkirakan akan menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja langsung dan lebih dari 3.000 tenaga kerja tidak langsung.
  • Dampak lingkungan: Setiap kendaraan listrik yang diproduksi diproyeksikan dapat mengurangi emisi CO₂ sebesar 4,5 ton per tahun dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
  • Pengembangan rantai pasok lokal: Proyek ini mencakup pemasok baterai, komponen elektronik, serta material rangka yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi riset untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di seluruh wilayah Indonesia. Ia juga menggarisbawahi bahwa kebijakan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak penjualan dan subsidi pembelian, akan terus diperkuat untuk mendorong konsumen beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Selain manfaat ekonomi, pabrik ini diharapkan menjadi pusat inovasi teknologi baterai dan sistem manajemen energi, sejalan dengan target Indonesia untuk menghasilkan 23% energi listrik dari sumber terbarukan pada tahun 2025 dan mencapai netralitas karbon pada 2060.

Dengan keberhasilan proyek ini, pemerintah berharap dapat memperluas jaringan pengisian kendaraan listrik (EVSE) di lebih dari 500 lokasi strategis pada akhir 2026, serta meningkatkan pangsa pasar kendaraan listrik domestik menjadi minimal 15% dari total penjualan kendaraan baru di Indonesia.