Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin pagi, 18 Mei 2024, secara resmi menyerahkan sejumlah alutsista modern kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyerahan tersebut mencakup enam unit pesawat tempur Rafale buatan Perancis, empat jet bisnis Falcon 8X, dua pesawat angkut strategis Airbus A400M, serta satu sistem radar Ground Controlled Intercept (GCI) buatan Korea Selatan.
Rafale yang diterima akan memperkuat kemampuan udara TNI Angkatan Udara dalam operasi pertahanan dan penegakan kedaulatan wilayah udara. Setiap unit Rafale dilengkapi dengan avionik terkini, senjata presisi, dan kemampuan multirole yang memungkinkan peran dalam serangan darat, udara-ke-udara, serta misi pengawasan.
Falcon 8X yang diserahkan akan menjadi aset penting bagi Angkatan Udara dalam transportasi VIP, misi medevac, serta pengiriman logistik cepat. Sementara itu, Airbus A400M akan menambah kapasitas angkut strategis TNI, memungkinkan pengiriman pasukan dan peralatan berat ke daerah terpencil dengan jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan pesawat angkut lama.
Sistem radar GCI yang baru akan memperkuat jaringan pertahanan udara dengan kemampuan deteksi dini dan kontrol intersep yang lebih akurat. Radar tersebut dirancang untuk beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem dan dapat terintegrasi dengan sistem pertahanan udara lainnya.
- 6 unit Rafale (pesawat tempur multirole)
- 4 unit Falcon 8X (jet bisnis)
- 2 unit Airbus A400M (pesawat angkut strategis)
- 1 sistem radar GCI (Ground Controlled Intercept)
Presiden Prabowo menekankan bahwa penambahan alutsista ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian pertahanan negara serta menanggapi dinamika keamanan regional yang semakin kompleks. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang telah bekerja keras dalam proses akuisisi dan pengiriman barang-barang strategis tersebut.
TNI mengindikasikan bahwa seluruh peralatan akan segera masuk ke fase operasional setelah proses uji coba dan pelatihan pilot selesai. Penyerahan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kemampuan pertahanan udara yang modern dan handal.




