Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan peran penting negara dalam memperluas jangkauan pencak silat, seni bela diri tradisional Indonesia, ke sejumlah negara di kawasan Asia. Dalam sebuah pertemuan diplomatik, Prabowo menyoroti bagaimana upaya penyebaran ini tidak hanya memperkaya warisan budaya, tetapi juga memperkuat hubungan antarnegara.
Sejak beberapa tahun belakangan, pencak silat telah diintegrasikan dalam kurikulum olahraga dan kebudayaan di berbagai negara, antara lain Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Upaya kolaboratif melibatkan pertukaran pelatih, kompetisi internasional, serta penyelenggaraan seminar dan workshop.
- Malaysia: Pencak silat menjadi bagian dari program seni bela diri nasional, dengan dukungan fasilitas latihan yang dibangun bersama.
- Brunei: Pemerintah setempat mengadopsi kurikulum pencak silat dalam program pendidikan jasmani sekolah menengah.
- Filipina: Kompetisi regional rutin menyertakan kategori pencak silat, meningkatkan partisipasi atlet muda.
- Thailand: Kolaborasi antara federasi pencak silat Indonesia dan Thailand menghasilkan pertukaran pelatih tahunan.
- Vietnam: Pencak silat dipromosikan dalam festival kebudayaan tahunan, menambah eksposur publik.
Presiden menilai bahwa penyebaran pencak silat berfungsi sebagai alat diplomasi budaya yang efektif. Dengan memperkenalkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan, seni bela diri ini membantu menciptakan ikatan emosional antara rakyat Indonesia dan negara‑negara sahabat.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat program beasiswa pelatih, meningkatkan dukungan finansial untuk kompetisi internasional, serta memfasilitasi pertukaran budaya melalui pameran seni tradisional. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadikan pencak silat sebagai simbol kebanggaan bersama di tingkat regional.




