Presiden Xi Jinping Dukung Multilateralisme dan PBB dalam Pertemuan dengan Direktur Jenderal UNESCO
Presiden Xi Jinping Dukung Multilateralisme dan PBB dalam Pertemuan dengan Direktur Jenderal UNESCO

Presiden Xi Jinping Dukung Multilateralisme dan PBB dalam Pertemuan dengan Direktur Jenderal UNESCO

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping, menegaskan dukungannya terhadap sistem multilateral dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pertemuan resmi dengan Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay. Pertemuan yang berlangsung di Beijing ini menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Xi menekankan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan pendidikan, dan pelestarian warisan budaya tidak dapat diatasi secara unilateral. Ia menyerukan agar semua negara, termasuk anggota PBB, meningkatkan komitmen mereka pada agenda pembangunan berkelanjutan serta memperkuat peran UNESCO sebagai platform dialog multinasional.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain:

  • Penguatan dukungan keuangan bagi program UNESCO, terutama yang berfokus pada pelestarian situs warisan dunia.
  • Peningkatan kolaborasi dalam riset ilmiah untuk mengatasi perubahan iklim dan mempromosikan energi bersih.
  • Pengembangan inisiatif pendidikan inklusif yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil.
  • Penghargaan terhadap nilai-nilai kebudayaan universal dan upaya melawan upaya perusakan warisan budaya.

Direktur Jenderal UNESCO menyambut positif komitmen China dan menggarisbawahi bahwa dukungan dari negara-negara besar seperti RRT sangat krusial untuk mencapai target-target agenda 2030. Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam proyek-proyek bersama, termasuk program beasiswa bagi mahasiswa dari negara berkembang.

Dengan pernyataan dukungan ini, China menegaskan kembali posisinya sebagai pendukung utama sistem multilateral, sekaligus memperkuat hubungannya dengan lembaga-lembaga internasional. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperluas pengaruh diplomatik Beijing di panggung global, sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas antarnegara dalam menghadapi tantangan abad ke-21.