Pria Jadi Korban Penyiraman Diduga Air Keras di Cengkareng
Pria Jadi Korban Penyiraman Diduga Air Keras di Cengkareng

Pria Jadi Korban Penyiraman Diduga Air Keras di Cengkareng

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Seorang pria berusia 45 tahun menjadi korban penyiraman zat beracun yang diduga air keras oleh dua orang tak dikenal pada Senin pagi, 22 April 2024, di kawasan Jalan Dharma Wanita V, RW 03, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban melaporkan bahwa dua orang berpenampilan serba hitam tiba-tiba menghampiri dan menyiramkan cairan putih yang berbau menyengat ke tubuhnya saat ia sedang melintas di trotoar.

Setelah disiram, korban langsung merasakan rasa terbakar pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Ia bergegas mencari pertolongan di sebuah klinik terdekat, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans. Dokter mendiagnosa luka bakar kimia tingkat dua pada lengan dan wajah, serta iritasi pada saluran pernapasan yang memerlukan perawatan intensif.

Polisi setempat langsung melakukan penyelidikan. Tim Unit Reskrim membentuk tim khusus yang mengumpulkan bukti visual dari CCTV di sekitar lokasi, serta merekam keterangan saksi mata yang melihat dua orang pelaku melarikan diri setelah aksi. Hingga saat ini, identitas pelaku masih belum diketahui.

  • Lokasi kejadian: Jalan Dharma Wanita V, RW 03, Cengkareng
  • Waktu: 07.30 WIB, 22 April 2024
  • Korban: Pria, 45 tahun, warga setempat
  • Kerugian: Luka bakar kimia tingkat dua, perawatan medis, dan trauma psikologis

Pihak kepolisian meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku atau kendaraan yang digunakan untuk melaporkan segera ke Polsek Cengkareng atau menghubungi layanan 110. Selain itu, polisi menegaskan bahwa penyalahgunaan bahan kimia berbahaya seperti air keras dapat dikenai sanksi pidana berat sesuai Undang‑Undang Pengawasan Bahan Kimia Beracun dan Berbahaya.

Kasus ini menambah deretan insiden kekerasan berbasis kimia yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Jakarta. Pakar keamanan publik mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama di area dengan akses CCTV yang baik, serta pentingnya melaporkan perilaku mencurigakan sebelum menjadi tindakan kriminal.